Beranda Daerah Misteri Kasus Panah Korban Rizki Faujan Desa Talabiu Terungkap

Misteri Kasus Panah Korban Rizki Faujan Desa Talabiu Terungkap

5
0

BIMA, LintasRakyat.NetMisteri kasus penganiayaan menggunakan panah dilakukan pelaku terhadap korban Rizki Faujan asal Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat akhirnya terungkap.

Peristiwa mengakibatkan korban luka di bagian punggungnya hingga diberi perawatan medis berhasil diungkap oleh Satuan Reserse Kriminilal Polres Bima pada Selasa, 24 Agustus 2021 pagi.

Kasat Reserse Kriminal Polres Bima IPTU Adhar mengatakan korban dipanah oleh terduga pelaku Raflin alias Jabe dan kawan- kawannya di Jalan Raya Lintas Palibelo – Belo tepatnya di ujung Utara Desa Cenggu Kec. Belo pada Minggu (15/8) sekitar pukul 01.10 WITA.

Berawal terduga pelaku Raflin alias Jabe sedang main bersama temannya di pinggir jalan raya depan lapangan Desa Cenggu.

Terduga pelaku melihat korban Rizki Faujan melintas berboncengan menggunakan dua sepeda motor Yamaha Vixion yang masing-masing berbonceng tiga, sehingga saat itu terduga pelaku dkk lainnya langsung mengejar korban.

Terduga pelaku mengejar korban dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu yang dekendarai Fahrun dan membonceng Nole di tengah dan Raflin di belakang.

Sedangkan sepeda motor Honda Sonic dikendarai Ibrahim alias Baim membonceng Setyawan dan Androi.

Sementara sepeda motor Honda Scoopy warna kuning dikendarai Ismail, Samsong dan Dewa dari arah Desa Cenggu menuju ke arah Desa Runggu.

Lalu di sekitar ujung Utara Desa Cenggu tepatnya di depan gudang bawang Raflin langsung membidik ke arah korban yang sedang berboncengan tiga dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion dengan posisi korban yang paling belakang.

Saat itu, Raflin memegang ketapel sebagai pelontarnya dengan menggunakan tangan kanan dan tangan kirinya menarik anak panah yang telah dikaitkan dengan karet pentil sebagai pelontar pada ketapel tersebut.

Setelah Raflin membidiknya, lalu melepaskan anak panah dengan menggunakan ketapel sebagai pelontarnya. Sehingga anak panah tersebut mengenai pada punggung korban bagian kiri.

Selanjutnya sepeda motor yang membonceng korban tersebut langsung berhenti dan langsug disalip oleh sepeda motor yang digunakan Raflin dkk itu.

Kawan- kawannya yang lainnya berusaha mengejar rekan korban yang lainnya yang menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion dan berhasil kabur menuju ke arah Desa Runggu.

Tidak sampai di situ, Raflin bersama kawan- kawan lainnya berusaha menghadang sepeda motor yang digunakan korban.

Namun, sepeda motor yang  digunakan korban bersama rekannya langsung berputar arah kembali menuju Desa Cenggu menuju Puskesmas Woha untuk mendapatkan perawatan medis.

Akibat motor digunakan korban hilang jejak dari kompotan terduga pelaku Raflin, lalu terduga pelaku menghilang.

“Ya, setelah berhasil ungkap, kini Raflin alias Jabe sedang diproses secara hukum. Dia telah disangkakan dengan Pasal 170 Ayat (1) KUHP subsider Pasal 351 Ayat (1) KUHP. Ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ungkap Adhar. (FEN)

Artikel sebelumyaSiti Nuraini : Kades Poja Berani Sekali Ukur Sepihak Tanah Orang Tua Kami
Artikel berikutnyaKades Poja : Saya Tidak Pernah Ukur Sepihak Tanah Abdullah Umar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here