Beranda Daerah Lawan Narkoba, KKN Par- IAIM Bima Angkatan VI Gelar Dialog Publik

Lawan Narkoba, KKN Par- IAIM Bima Angkatan VI Gelar Dialog Publik

5
0

BIMA, LintasRakyat.NetKuliah Kerja Nyata (KKN) Par – Institut Agama Islam (IAIM) Bima Angkatan VI menggelar dialog publik di Kantor Desa Woro, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat pada Senin, 23 Agustus 2021 pagi.

Dialog dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 bertajuk “Mewujudkan Masyarakat Cerdas & Berkemajuan Tanpa Narkoba” yang difasilitasi pemerintah desa melibatkan empat pemetari berkompeten sesuai bidang masing- masing.

Tampak pemateri bidang pendidikan dari Dosen Fakultas Tarabyah IAIM Bima, Fuaduddin, bidang kesehatan Puskesmas Madapangga, Rusli, bidang keagamaan, Ilyas Mansyur, dan bidang keamanan Kanit Binmas, Brigadir Muhiddin.

Turut hadir Bhabinkamtibmas, Briptu Agus Supryadin, Babinsa Sertu Heri Yanto. Ketua BPD, Karang- Taruna, pemuda, Ketua RT dan siswa/siswi pendidikan SMP Negeri 2 Madapangga.

Pemateri bidang kesehatan, Rusli mengatakan bahwa narkoba di Madapangga tidak hanya bersentuhan dengan kalangan generasi muda, juga pada kalangan tua.

Hal itu terjadi, kata dia, dikarenakan begitu maraknya pengedar narkoba bukan orang Madapangga, namun pelaku dari luar yang sengaja ingin menghancurkan masa depan generasi Madapangga.

“Ya, itu berdasarkan pantauan kami selama ini,” kata Rusli.

Rusli berharap kepada masyarakat dan terlebih lagi peserta yang hadir dalam seminar narkoba ini, agar sama- sama memberantas pengedar narkoba.

“Kita jangan ada rasa takut memberangus narkoba. Jika ada pengedar yang masuk, mohon dilaporkan,” harapnya.

Menurut dia, pemberantasan narkoba tidak hanya dapat dilakukan pihak berwenang, jika tidak ada sinergitas semua unsur dan elemen. Apalagi peringkat narkoba di Bima, NTB naik peringkat pertama, sehingga bukan hal mengherankan masuknya narkoba di Woro.

Karena pengedarnya bukan saja orang Woro, juga dari luar. Di Woro terdeteksi ada pengedar narkoba. Semua pihak mesti antisipasi lebih dini.

“Kita harus ambil bagian untuk memberangus narkoba khususnya di desa kita tercinta ini,” terang Rusli.

Pemateri bidang pendidikan, Fuaduddin mengatakan narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat-obatan terlarang.

Tidak hanya itu, narkoba memiliki istilah lain yaitu napza. Napza berasal dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Dua istilah itu merujuk pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan orang- orang pengguna.

Berbicara narkoba, tentu berbicara perilaku, pencegahan dan penanganan, hingga pemberantasan.

Pasalnya, setiap orang telebih lagi generasi yang sudah tersentuh dengan narkoba, maka akan kehausan ingin mengonsumsi lagi.

“Ya, mereka pasti haus dan akan coba lagi bahkan narkoba dijadikan makanan pokok mereka,” kata Fuad.

Akibatnya, sambung dia, karena sudah konsumsi narkoba, mereka ketagihan dan akan enteng lakukan apa saja. Mulai perluasan jaringan pemakai, hingga menjadi pengedar. Itu bagi mereka tidak jadi soal, asal bisa menghasilkan uang untuk kebutuhan narkoba.

“Ini pelakunya tidak hanya kalangan umum saja, bahkan generesi muda,” sebutnya.

Menutut dia, perilaku tersebut perlu dicegah dan diberantas secara efektif dan masif. Apalagi pemakai narkoba tidak hanya orang umum saja, juga pelajar SMA/ Mahasiswa.

Untuk itu, pelibatan seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan dan menjadi kunci dalam mencegah dan memberantas narkoba, khusus di lingkungan generasi.

“Mari kita satukan komitmen untuk menjaga generasi kita dalam bahaya narkoba. Niscaya menjadi generasi yang cerdas dan berkemajuan,” harap Fuad sapaan akrabnya.

Pemateri keagamaan, Ilyas memaparkan tentang keterkaitan aspek narkoba dengan agama.

Ilyas mengatakan terkait masalah narkoba tidak hanya diatur dalam hukum positif, tetapi juga di dalam hukum agama.

“Ya, narkoba adalah zat haram. Dalil-dalilnya sangat jelas,” kata Ilyas.

Ilyas menjelaskan dalam  Surah Al A’raf Ayat 157 berbunyi yang artinya “Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”.

Lalu dalam Surah Al Baqarah Ayat 195 dan An Nisa Ayat 29. Surah Al Baqarah Ayat 195 berbunyi yang artinya “Dan janganlah kamu memasukan dirimu ke dalam kebinasaan”, dan Surah Annisa Ayat 29 berbunyi “Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”

“Jadi, dua ayat tersebut
menunjukkan bahwa narkoba sudah pasti memberikan dampak negatif terhadap tubuh dan akal seseorang. Sehingga narkoba wajib hukumnya diberantas sampai ke akar- akarnya,” jelas Ilyas.

Pemteri bidang kamtimbas, Brigadir Muhidin menegaskan pelaku pengedar narkoba tidak bisa dibiarkan, bila perlu ditembak mati, karena mereka adalah perusak masa depan generasi.

“Ya, mereka adalah musuh negara. Harus ditembak mati,” tegas Muhidin.

Muhidin menyebut pelaku pengedar narkoba belakangan ini sudah mulai ingin menguasai wilayah hukum Madapangga, bahkan di desa ini.

Oleh karenya, tegas dia, jika diketahui keberadaan mereka yang masuk membawa barang terlarang itu, mohon secepatnya koordinasikan dengan kepala desa, agar Polisi bisa mengambil tindakan cepat.

“Kami sangat harapkan kerja sama semua pihak. Di sini ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Ada orang- orang dicurigakan pengedar narkoba, mohon laporkan saja,” harap Muhidin.

Terpisah, Ketua Posko KKN Par- IAIM Bima mengatakan diolog publik ini merupakan program utama. Sebelumnya,  dilakukan observasi dan riset.

Dia menyampaikan apresiasi dan support terhadap pemerintah desa dan jajaran serta elemen masyarakat. Partisipasi semua elemen  mengikuti kegiatan yang barusan selesai penuh khidmat tadi benar- benar menjadi rasa bangga KKN.

“Ya, alhamdulillah dari acara hingga akhir, peserta dialog patuh dalam prokes COVID-19,” ujarnya.

Dia pun berharap dengan kegiatan barusan dapat mengedukasi masyarakat. Khususnya generasi muda dalam ancaman narkoba.

“Kita sama- sama lawan narkoba. Kita selamatkan generasi dari ancaman narkoba itu,” harapnya. (FEN)

Menutut dia, perilaku tersebut perlu dicegah dan diberantas secara efektif dan masif. Apalagi pemakai narkoba tidak hanya orang umum saja, juga pelajar SMA/ Mahasiswa.

Artikel sebelumyaKetua MIO Kab Bima Minta Nurzaman Tidak Jadi Sok “Bodyguard” Bupati Pesibar
Artikel berikutnyaPDPM Kota Bima Gelar Musyawarah Pembentukan PC Pemuda Muhammadiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here