Beranda Daerah Riset Lapangan, Cara Buktikan Balas Dendam Politik Soal Mutasi Pejabat Pemda Bima

Riset Lapangan, Cara Buktikan Balas Dendam Politik Soal Mutasi Pejabat Pemda Bima

6
0

Foto : Forom Diskusi Publik

MATARAM, LintasRakyat.Net –Forum Media Online PusaranNTB menggelar Diskusi Publik bertajub “Polemik Mutasi Jabatan Lingkup Pemda Bima, Benarkah Bermotif Politik Balas?” pada Sabtu, 19 Juni 2021 malam.

Kegiatan dihadiri puluhan peserta, baik dari pimpinan/pengurus organisasi kemahasiwaan, ketua/pengurus lembaga kepemudaan, serta beberapa perwakilan pejabat Pemprov Dinas Kominfotik NTB.

Dalam sesi membuka dialog, Joni Junaidin mengatakan bahwa Kegiatan tersebut menyikapi adanya gelombang pro dan kontra terkait dilaksanakannya proses mutasi jabatan pada sejumlah tingakatan lingkup Pemda Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat pada Oktober mendatang.

“Kehawatiran dari aturan soal mutasi dan status ASN dijadikan alat balas dendam oleh bupati dan wakil bupati (Hj. Indah Damayanti Putri dan H.M. Dahlan) untuk memberangus pihak pihak yang tidak mendukungnya saat Pilkada Bima kemarin berlangsung,” papar Joni seorang Pimpinan Media PusaranNTB.

Menurut dia, jika proses pelaksanaan mutasi pada Oktober mendatang, ditunggangi balas dendam politik efek dari Pilkada kemarin. Bisa mendegradasi wibawah pemerintah di mata publik berpotensi memantik kian meningkatnya gejolak di tengah masyarakat Bima.

“Diskusi terbuka yang kami gagas, bukan dilatari perasaan benci atau tidak suka pada Bupati dan Wakil Bupati Bima, melainkan lewat forum ilmiah dengan kekayaan intelektual yang beragam, melahirkan jiwa kritis dengan solusi membangun,” katanya.

“Forum ini merupakan panggilan jiwa, bentuk pengabdian serta ungkapan cinta untuk tanah kelahiran,” tambah Joni.

Ketua Komisi Informasi NTB Suaeb Qori mengatakan bahwa elemen muda harus memiliki jiwa terkait persoalan daerah. Bukan saja polemik mutasi jabatan, tapi sederet persoalan lain.

“Program IDP_DAHLAN hanya manis di atas kertas, tapi tak berjalan maksimal, bahkan gagal,” kata Suaib.

Tanpa menafikan keberhasilan lain yang mereka capai, kata dia, secara keseluruhan, jika dikuliti secara mendalam, program yang dicanangkan bupati dan waki bupati itu, dinilai gagal.
“Hanya bertumpu pada bantuan dana pemerintah pusat, tak kreatif,” papar Suaeb Quri.

Sutarto mengatakan bahwa pihaknya tak boleh secara serta merta menuding kalau mutasi jabatan yang akan digelar pada Oktober nanti karena balas dendam. Untuk membuktikannya harus dilakukan riset dan kajian di lapangan oleh akademisi yang berkompeten pada soal riset.

“Mutasi jabatan merupakan amanat undang undang sebagai bentuk penyegaran organisasi demi peningkatan dan perbaikan pelayanan pada masyarakat itu sendiri,” papar calon profesor muda kelahiran Dompu.

“Mari kita semua berpikir positif, termasuk pemerintah dimanapun itu. Mutasi jabatan haruslah dilakukan sesuai mekanisme dan aturan. Termasuk latar belakang atau keahlian dari figur ASN yang nantinya menempati pos yang di percayakan,” tambah Sutarto.

Joni Syahrudin mengapresiasi semangat dari para aktivis yang hadir pada diskusi yang digelar. Mahasiswa dan pemuda merupakan lokomotif penggerak yang wajib hukumnya memelihara sikap kritis yang tentunya harus melahirkan solusi bersifat membangun untuk perbaikan daerah dan pemerintah.

“Kita sangat memahami politik adalah balas jasa. Termasuk balas dendam. Sebagai rakyat Bima, pemuda yang juga eks ketua tim rival politik IDP- Dahlan pada Pilkada 2020 itu mengimbau agar bupati dan wakil bupati bersikap negarawan dan bijak,” papar mantan aktivis pergerakan dan pimpinan media.

“Kita juga tak boleh menyalahkan IDP_DAHLAN jikapun persoalan ini dideteksi beradanya persoalan ini kerap terjadi, juga akibat bisikan oknum oknum tim sukses, karena sesuatu hal atau motif lainnya,” ujar Joni Syahrudin yang kini berprofesi pengusaha. (*)

Artikel sebelumyaKetua Media Independenden Online Kab Bima : Peras Pihak Lain Bukan Profesi Jurnalistik dan Bisa Dilapor ke Polisi
Artikel berikutnyaKetua Presidium FPII dan Dewan Pers Independen Minta Polisi tangkap Pembunuh wartawan di Simalungun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here