Beranda Hukrim BKPH Sejorong-Mataiyang KSB Tangkap Pelaku Tambang Ilegal

BKPH Sejorong-Mataiyang KSB Tangkap Pelaku Tambang Ilegal

5
0

SUMBAW BARAT, LintssRakyat.Net – Tim Patroli Pengamanan Hutan BKPH Sejorong-Mataiyang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, berhasil mengamankan pelaku penambangan tanpa izin dalam kawasan hutan lindung di wilayah Desa Belo Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa, 15 Juni 2021.

Kasi Perlindungan KSADE, Pulung Basuki mengatakan, pengamanan hutan yang dipimpinnya, mengamankan pelaku penambangan Batu Mangan tanpa izin di lokasi Olat Murus.

“Pada saat tim kami tiba di lokasi, kami menjumpai para pelaku sedang melakukan aktivitas penambangan Batu Mangan saat mereka menggali dan mengemas hasil tambang tersebut dalam karung plastik,” ungkapnya.

Kepala BKPH Sejorong-Mataiyang, Sahril mengatakan, saat para pelaku dimintai keterangan dan meminta dokumen perizinan, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen perizinan penambangan.

“Enam orang pelaku tersebut diduga melanggar Undang- Undang No. 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan pasal 17 ayat 1. b setiap orang dilarang melakukan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin menteri,” jelasnya.

Sahril menjelaskan lagi, setelah menerima laporan tesebut meminta agar para pelaku diamankan dan dibawa ke Polres Sumbawa Barat untuk dilakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selama ini pihak BKPH Sejorong Mataiyang telah berupaya dengan maksimal untuk mencegah dan menekan gangguan keamanan hutan, khususnya kegiatan ilegal mining/penambangan liar yang ada di dalam kawasan hutan wilayah BKPH Sejorong Mataiyang.

“Terutama di wilayah kawasan hutan sekitar wilayah Kecamatan Jereweh ini, kami telah berupaya dengan maksimal untuk menangani masalah ilegal mining (penambangan liar). Selama ini upaya yang telah dilakukan antara lain melakukan patroli rutin dan fungsional, mengidentifikasi titik-titik lokasi ilegal mining serta memberikan pemahaman dan upaya-upaya preventif lainya,” jelas dia.

Dia menegaskan, apabila upaya preventif tidak diindahkan oleh para oknum pelaku ilegal mining, tambah pria kelahiran Jereweh ini, maka tindakan represif harus diambil seperti dilakukan tim sekarang ini.

“Jadi, tidak benar kalau selama ini kami dianggap memback’up kegiatan-kegiatan penambangan liar, khususnya yang ada di wilayah Jereweh. Komitmen kami (BKPH Sejorong Mataiyang) tetap tinggi untuk menjaga kelestarian hutan dan menegakan aturan serta melindungi kawasan hutan dari oknum2 yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurut dia, bahwa tindakan penangkapan seperti ini, bukan hanya pada pelaku penambangan batu mangan, tetapi juga kepada pelaku tambang lainya yang tidak memiliki legalitas perizinan dalam kawasan hutan, di seluruh wilayah pengelolaan BKPH Sejorong Mataiyang.

“Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada instansi terkait dan pemerintah daerah setempat atas peran aktif dan dukunganya, serta berharap dukungan tersebut lebih dimaksimalkan lagi agar aktifitas ilegal mining ini bisa dicegah dan manfaat hutan dapat dinikmati oleh masyarakat luas tanpa merusak lingkungan untuk kepentingan sesaat,” pungkas Sahril. (Habe- LR)

Artikel sebelumyaPPWI Ucapkan Selamat dan Sukses kepada LSP Pers Indonesia
Artikel berikutnyaTegakan Perdes, Pemdes Woro Gandeng Babinsa Bhabinkamtibmas dan Polmas Serta Pemuda Berantas Motor Knalpot Resing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here