Beranda Daerah Pemdes Woro Bentuk Panitia Pemilihan Karang- Taruna

Pemdes Woro Bentuk Panitia Pemilihan Karang- Taruna

2
0

BIMA, LintasRakyat.Net – Pemerintah Desa Woro membentuk panitia pemilihan pengurus Karang- Taruna Desa Woro, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat di kantor desa setempat, Jumat, 4 Juni 2021 pagi.

Pemdes Woro membentuk panitia untuk melakukan proses musyawarah / pemilihan pengurus Karang- Taruna untuk masa bakti 2021-2026 berdasar Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 25 Tahun 2019, pengganti Permensos Nomor 77/HUK Tahun 2010 tentang Karang Taruna.

Turut hadir BPD, Tim Penggerak PKK, LPMD, Ketua RT, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pendidik, Korps Polmas, dan elemen masarakat lainnya Desa Woro.

Kepala Desa Woro, Abdul Farid Ismail mengatakan proses pemilihan panitia Karang- Taruna benar- benar secara terbuka dan transparan.

“Alhamdulillah, proses pemilihan secara musyawarah/ mufakat forum telah usai. Panitia terpilih yakni Abdul Haris AR, selaku ketua, Sahrul H. AB, selaku sekretaris, dan Ardiansyah Ibrahim, selaku bendahara,” ungkap kades usai pemilihan panitia Karang- Taruna tersebut.

Kades menekankan bahwa panitia yang telah dipercayakan masyarakat melalui forum rapat ini, agar menjalankan tugas penuh tanggung jawab, jangan ada tindakan di luar ketentuan pun kesepakatan dalam proses pemilihan pengurus Karang- Taruna saatnya nanti.

“Pastikan tidak ada unsur nepotisme dalam proses pelaksanaan untuk mencari pemimpin di tubuh Karang- Taruna 2021-2026 tersebut. Tunjukan sikap yang profesional atas tugas diberikan masyarakat melalui forum ini tadi, jangan memihak salah satu di antaranya,” tegasnya.

Menurut kades, di dalam proses pemilihan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Karang- Taruna ditemui hal- hal menyimpang aturan, maka panitia dapat dicabut dan dibentuk ulang panitia.

“Saya akan cabut SK kepanitaannya dan panitia tersebut tidak berwenang lagi untuk melakukan proses pemilihan pengurus Karang- Taruna lebih lanjut, sembari menunggu panitia penggantinya, pemilihan pengurus Karang- Taruna pun dipending dulu,” terangnya.

Pria berpengalaman di birokrasi itu berharap proses pemilihan pengurus Karang- Taruna dapat berjalan secara terbuka, transparan, dan demokratis, demi menjaga kepatutan bersama.

“Sebelum pemilihan, panitia lakukan sosialisasi melaui pengerak suara, media massa, maupun lainnya yang mudah diakses informasi oleh kalangan terkait mekanisme dan prosedural dalam pemilihan Karang- Taruna,” imbuh kades berjiwa sosial itu.

Sementara itu, ketua panitia terpilih, Abdul Haris AR berkomitmen akan menjalankan tugas dalam proses pemilihan pengurus Karang- Taruna Desa Woro 2021-2026 sesuai aturan berlaku.

“Kami akan jalankan selain atas tugas diberikan mssyarakat ini, namun penuh tanggung jawab dan amanah,” ungkapnya.

Abdul Haris menjelaskan bahwa dalam proses pemilihan tetap merujuk pada Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia (Permensos RI) Nomor 25 Tahun 2019 tentang Perubahan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 77 Tahun 2010 tentang Karang Taruna.

Syarat calon pengurus, kata dia, dalam pasal 20 ayat (1) Permensos RI yang baru itu yakni warga negara Indonesia, usia paling rendah 17 tahun, berdomisili di wilayahnya masing-masing, aktif dalam kegiatan Karang Taruna, dan
memiliki kemauan dan kemampuan berorganisasi serta aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Sedangkan untuk pemilih diatur dalam pasal 18 ayat (1) menyebutkan usia 13 tahun sampai 45 tahun.

“Ya, kriteria pemilih tersebut akan didata oleh ketua RT masing- masing dan akan disampaikan ke panitia untuk diproses verifikasi,” terangnya pria mantan Sekdes Woro itu. (Habe-LR)

Artikel sebelumyaKemenko PMK Bangun Sinergi Sukseskan Penetapan Hari Berkebaya Nasional
Artikel berikutnyaLurah Paruga Jadi Koordinator BKM, Direktur Millennial Institute Angkat Bicara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here