Beranda Daerah Komplotan Narkoba Ditangkap, Dua Di Antaranya Seorang Ibu dan Anak Kandung

Komplotan Narkoba Ditangkap, Dua Di Antaranya Seorang Ibu dan Anak Kandung

3
0

MATARAM, LintasRakyat.Net- Tim Resnarkoba Polresta Mataram berhasil mengungkap hingga mengamankan pelaku yang diduga narkotika jenis sabu beserta barang bukti pada Jumat, 4 Juni 2021.

Kapolresta Mataram Kombespol Heri Wahyudi, melalui Kasat Resnarkoba AKP Yogi Parusa Utama mengungkapkan, inisial NE, NK, K, HM dan LR diamankan Unit Reskrim Narkoba berawal adanya informasi dari masyarakat Kota Mataram yang merasa punya kewajiban untuk memberikan informasi kepada pihak kepolisian selaku lembaga yang berwewenang menangani masalah ini.

“Ya. Berdasarkan informasi yang kami terima, tim melakukan pengembangan serta penyelidikan dan akhirnya berhasil mengungkap terduga pelaku pada Rabu ( 02/6/2021) sekitar pukul 04:00 WITA. Penangkapan ini adalah rangkaian yang dilakukan sebelumnya yang sumber barangnya dari Karang Bagu (KB),” ungkapnya dalam jumpa persnya, Jumat.

Heri menjelaskan, Tim melakukan penangkapan di tempat kejadian perkara (TKP) lebih dari TKP. Pertama di wilayah Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Lalu di salah satu perumahan di wilayah Gerung, Kbupaten Lombok Barat.

“Dengan inisial NE, NK, K, HM dan LR tersebut yakni yang sebagian besar berasal dari Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Dua di antaranya yaitu ibu dan anak kandung, adalah pemain lama,” terangnya.

Dia menuturkan, barang bukti yang didapatkan di TKP sisa barang 2 poket yang belum diedarkan karena sebagian telah diedarkan oleh peluncur dari beberapa terduga pelaku tersebut berupa Hp dipergunakan untuk transaksi serta sejumlah uang tunai yang diduga hasil transaksi.

Mereka ini, sambung dia, semuanya pemain dan mempunyai peran masing-masing. Jika ada konsumen yang memesan sebagian dari mereka langsung memesan dari wilayah Timur, lalu dibungkus pisah-pisah di kos mereka di TKP tersebut.

“Ya, barang tersebut diambil dari Lombok Timur,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk seluruh terduga pelaku atas perbuatannya disangkakan UU 35 tahun 2009, pasal 112 dan 114 ayat 2 dengan hukuman penjara paling lama 20 tahun, serta pasal 127 karena sebagian dari terduga pelaku positif pemakai.

“Ya, kami atas nama pribadi dan jajaran Polresta Mataram mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut berkontribusi dalam pemberantasan narkoba di wilayah Kota Mataram ini,” pungkas Yogi.

Sementara itu, berdasarkan wawancara salah satu pelaku yang berperan sebagai peluncurnya mengaku, sudah 4 kali mengambil barang ke Lombok Timur.

“Ya, saya disuruh salah satu dari mereka dengan jumlah sekitar 15 bungkus dengan upah sekali berangkat 400-500 ribu,” katanya. (Adbravo-LR)

Artikel sebelumyaBupati Bima Bersama Menteri PUPR Letakan Batu Pertama 185 Rumah Relokasi Rumah Layak Huni di Desa Tambe
Artikel berikutnyaGili Matra dan Gili Balu Menuju Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang oleh ICCTF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here