Beranda Headline Cabuli Anak 13 Tahun, Lurah Tanjungpinang Kota Akhirnya Ditahan

Cabuli Anak 13 Tahun, Lurah Tanjungpinang Kota Akhirnya Ditahan

2
0

TANJUNGPINANG, LintasRakyat.Net — Lurah Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya resmi ditahan oleh Satreskrim Polres Tanjungpinang di rumah tahanan di Polres setempat pada Sabtu (29/05/2021)

Penahanan terhadap Lurah berinisial ER tersebut, setelah tim PPA Satreskrim Polres Tanjungpinang menetapkannya sebagai tersangka atas kasus dugaan pencabulan terhadap anak 13 tahun pada 24 April 2021 lalu.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando kepada awak media menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada April 2021.

“Pada Jumat (24/4/2020) sekitar pukul 05.30 WIB saat korban dan tersangka sedang menonton TV di lantai 2 rumah nenek korban. Tiba-tiba tersangka memegang sambil tetap mengelus dada korban. Lalu keesokan harinya tersangka memasukkan tangan  ke dalam organ intim korban.” kata Fernando.

Setelah mendapatkan perlakuan tersebut, korban bersama keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanjungpinang guna dilakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

Kemudian terhadap tersangka pada hari ini Kamis (27/5/2021) sekitar pukul 23.00 WIB, dari hasil pengembangan pemeriksaan korban dan didukung dengan alat bukti lainnya, patut diduga korban telah mengalami perbuatan cabul.

Selanjutnya Unit Opsnal bersama dengan Unit PPA Sat Reskrim Polres Tanjungpinang segera melakukan pencarian terhadap tersangka dengan cara menghubungi pihak keluarga tersangka tersebut.

Selanjutnya dari hasil komunikasi petugas dengan keluarga tersangka,  pihak keluarga menyampaikan bahwa tersangka bersedia untuk datang ke kantor.

Kemudian setelah tersangka tiba di kantor, langsung ditangkap guna untuk proses hukum lebih lanjut.

“Tersangka “ER”, Laki-laki (40), merupakan ASN, sementara korban berinisial “NA”, Perempuan (13),” jelasnya.

Terhadap tersangka, kata Fernando, disangkakan pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang – Undang.

“Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,” jelasnya lagi.

“Polisi berhasil meringkus dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar rupiah,” terang Kapolres. (Suaib)

Artikel sebelumyaAnggota Pol PP Sanggar Tedy Dicopot, Kepala BKD Akan Lakukan Koordinasi
Artikel berikutnyaPB ESI NTB Gelar Halal Bi Halal Dengan Tema ‘ Menuju Prestasi Gemilang’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here