Beranda Daerah 50 Wartawan Media Independen Online (MIO-INDONESIA) Kab Bima Minta Polisi Tangkap Oknum...

50 Wartawan Media Independen Online (MIO-INDONESIA) Kab Bima Minta Polisi Tangkap Oknum Pol PP Lotim

2
0

LOMBOK TIMUR, LintasRakyat.Net – 50 Wartawan Media Independen Online (MIO- INDONESIA) Kabupaten Bima mengecam dugaan sikap arogan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Lombok Timur terhadap wartawan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang terjadi pada (29/4/2021) lalu.

Ketua MIO- INDONESIA) Kabupaten Bima, Muhtar mengatakan, meskipun oknum Sat Pol PP tersebut melakukan dugaan arogan terhadap wartawan bukan member of MIO, namun tindakannya melukai hati sesama profesi jurnalis. Sehingga aparat penegak hukum kepolisian setempat harus bertindak tegas dan secara profesional demi negara dan jangan demi jabatan oknum Pol PP itu.

“Ya, walaupun itu bukan wartawan dalam organisasi kami, tapi tindakan arogan oknum Pol PP itu tidak bisa kami terima. Kami minta Polisi untuk menangkap oknum terduga pelaku itu,” ungkap Muhtar kepada media, Selasa (4/5).

Menurut dia, kecam dan desak aparat kepolisian untuk meringkusnya sebagai bentuk simpati dan solidaritas sesama profesi pers. Karena wartawan / jurnalis memiliki komitmen “satu dicubit semua tersakiti”. Apalagi tindakan oknum itu mencerminkan tidak menghormati pilar keempat demokrasi.

“Typical dan sikap seperti itu jangan dipelihara lagi. Itu perusak demokrasi negara. Polisi segera tangkap,” tegas Muhtar.

Muhtar menuturkan, sembari menunggu oknum ditangkap dan diproses hukum, Bupati Lotim mesti memberi tindakan tegas juga. Jangan sampai dilindungi orang telah merusak etika pejabat pemerintah itu.

“Pecat saja. Apa yang dipertimbangkan lagi. Toh, orangnya gagal paham pilar negara ko,” tuturnya.

Muhtar menambahkan, untuk dicermati seksama bahwa wartawan/ jurnalis bukan teroris, kelompok radikal, dan atau kelompok kriminal bersenjata (KKB). Sehingga sontak diperlakukan arogan oknum pejabatnya itu. Ingat! wahai Bupati Lotim? Wartawan dilindungi negara melalui Undang- Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Dalam ketentuan Pasal 18 ayat (1) itu sangat jelas mengatur tugasnya.

“Jadi, kalau wartawan diperlakukan demikian anak buahnya, maka bupati jangan tinggal diam. Demi menjaga marwah pers di NTB hingga pers nasional bahkan pers di internasional, segera copot oknum Pol PP itu,” pungkas Habe sapaan akrabnya itu. (Marman- LR)

Artikel sebelumyaMTQ Desa Bolo Ditutup Sekcam, Kades Bangga Banyak Generasinya Cerdas Baca Quran
Artikel berikutnyaKades Rade Tanggap Kebutuhan Warga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here