Beranda Daerah Aniaya Wartawan, Ketua MIO Kab Bima Minta Kapolsek Sanggar Tangkap Oknum Pol...

Aniaya Wartawan, Ketua MIO Kab Bima Minta Kapolsek Sanggar Tangkap Oknum Pol PP Inisial A

2
0

BIMA, LintasRakyat.Net – Demi tegaknya hukum di Kepolisian Sektor Sanggar terhadap dugaan penganiayaan salah satu wartawan intelmedia (Aryadin, red) oleh oknum Sat Pol PP Kecamatan Sanggar berinisial A, Ketua Media Independen Online (MIO- INDONESIA) Kabupaten Bima meminta Polisi segera menangkap terduga pelaku tersebut.

“Polisi segera tangkap terduga “Penghianatan Pilar Demokrasi Keempat itu”. Tindakan oknum itu tidak bisa kami terima. Apalagi aksinya pada wartawan hendak meliput berita acara buka bersama Bupati Bima di Desa Piong, Kecamatan Sanggar pada Jumat (30/4/2021) kemarin,” ungkap Ketua MIO, Muhtar (1/5).

Muhtar menegaskan, tindakan oknum pejabat pemerintah di Kantor Camat Sanggar itu tidak bisa ditoleril sedikitpun dan harus diusut hingga tuntas. Ulahnya oknum itu melukai hati wartawan.

“Ya, kami tetap kawal tidak hanya di lingkungan wilayah hukum Polres, Polda, tapi hingga ke Mabes Polri. Kenapa tidak, di saya banyak no WA petinggi Polri di sana ko,” tegasnya.

Dia menjelaskan, untuk dicermati seksama terutama penyidik Polsek Sanggar bahwa wartawan dalam melaksanakan tugas dilindungi Undang- Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jadi, penyidik harus hormati undang- undang itu.

Tindakan oknum itu, kata Muhtar, kuat diduga perbuatan melawan hukum dimaksud Pasal 18 ayat (1) UU Pers yang
menyatakan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta”.

“Wartawan tidak asal jalankan tugas, tapi ada undang- undang yang memayunginya sehingga teman- teman Polisi harus profesional menindak lanjuti kasus wartawan itu,” terangnya.

Pria kelahiran Desa Taloko, Kecamatan, Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat itu mengecam tindakan oknum Pol PP itu mencerminkan bahwa dirinya adalah “Sang penguasa jagad raya ini” sehingga sudah tidak layak untuk dipelihara dan harus dipecat.

“Kalau statusnya sukarela, maka cukup camat yang pecat. Bila ASN, mungkin tidak bisa, ” pungkas Habe sapaan akrabnya. (Imam- LR)

Artikel sebelumyaPemdes Kadilangu, Kangkung Lakukan Vaksinasi Lansia
Artikel berikutnyaKades Woro Pimpin Rombongan Safari Ramadan Keliling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here