Beranda Headline KRL MANIA : Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalur Ganda Jalan Kereta...

KRL MANIA : Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalur Ganda Jalan Kereta Api Wilayah Jawa Timur

5
0

JAWA TIMUR, LintasRakyat.Net –Komite Reformasi Lintas Mahasiswa Indonesia (KRL MANIA), Fian menilai proyek lelang atau tender infrastruktur di era pemerintahan Joko Widodo ditenggarai ladang “praktik usaha kongkalikong” para oknum berjiwa korup melalui beragam bentuk persekongkolan.

Seperti halnya terjadi dalam pelaksanaan tender diadakan di Kementerian Perhubungan Dirjen Perkeretaapian Satker Wilayah Jawa Timur. 

Dimana proses tender dilakukan kendatipun lewat lelang LPSE itu, namun ditenggarai pada proyek pembangunan Doble Track Jalan Kereta Api tersebut, terindikasi ada persekongkolan antara pokja dengan salah satu kontraktor pemenang tender, yakni PT PRAWIRAMAS PURIPRIMA.

“Dua proyek besar yang tendernya dimenangkan PT PRAWIRAMAS PURIPRIMA kuat diduga melawan hukum, ” ungkap Fian, Selasa (27/4/2021).

Perlu diketahui bahwa PT PRAWIRAMAS PURIPRIMA telah memenangkan tender proyek pembangunan Jalur Ganda Jalan Kereta Api Wonokromo – Jombang tahap satu, pada km 70 +000 s/d km 73+000 dengan nilai pagu anggaran sekitar Rp20 miliar.

PT tersebut, juga memenangkan tender pembangunan Jalur Ganda Jalan Kereta Api Wonokromo – Jombang, tahap satu antara Mojokerto – Jombang pada km 75+900 s/d km 80+000 dengan nilai pagu anggaran sekitar 19 miliar.

Pihaknya merasa aneh, karena untuk paket pekerjaan lainnya malah PT PRAWIRAMAS PURIPRIMA dinyatakan gugur. Padahal dari seluruh paket pekerjaan tersebut menetapkan persyaratan yang sama.

“Sehingga atas dasar itu sangat tidak mungkin jika salah satu pelaku usaha yang notabenenya memenangkan dua proyek besar, lalu dinyatakan gugur pada pekerjaan yang lainnya,” tegas pria asal Indonesia Timur, yang selalu getol lakukan aksi di Kemenhub.

Kasubbag Humas Ditjen Perkeretaapian Kemenhub RI, Supandi, lewat pesan WhatsAppnya ke media Hinews.id membantah tegas tudingan Fian,
terkait proses tender yang diadakan di Kementerian Perhubungan Dirjen Perkeretaapian Satker Wilayah Jawa Timur tersebut.

“Itu tudingan tidak mendasar dan tidak benar sama sekali,” ujar Supandi.

Proses kegiatan lelang tender pekerjaan dilakukan tahun 2018 tersebut, dengan  5 paket pekerjaan itu, bahwa mekanisme pelelangan menggunakan metode pasca kualifikasi sistem gugur dengan harga terendah menjadi pemenang. PT. PRAWIRAMAS PURIPRIMA mendaftar di tiga paket.

“Ya, paket tiga, paket empat dan paket lima. Dari tiga paket yang diikuti PT PRAWIRAMAS PURIPRIMA tersebut, perusahaan kontraktor ini hanya mendapat dua paket pekerjaan, yaitu paket tiga dan lima, karena dinilai sebagai penawar terendah,” terang Supandi.

Sementara untuk paket empat justru dimenangkan kontraktor lain, karena perusahaan masuk dengan penawaran harga terendah. Selain itu, tidak ada sanggahan pun sanggah banding dari pihak manapun.

Dalam hal ini perlu meluruskan apa yang ditudingkan Fian selaku Korlap KRL MANIA tersebut, sebagai tudingan yang tidak mendasar dan cenderung tendensius.

“Ya, semua proses yang dilakukan Pokja sudah sesuai dengan Perpres No 54 Tahun 2010 sebagaimana diubah dengan perubahan terakhir Perpres No 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” pungkas Supandi. (Red/Zul)

Artikel sebelumyaTanamkan Ketaqwaan, Remaja Masjid Al Aqsha Kelurahan Ule Gelar Lomba Pekan Ramadan
Artikel berikutnyaKapolri Sigit Akui TNI- Polri Tidak Boleh Kalah Berangus KKB di Papua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here