Beranda Headline Kepala Wartawan Mau Dipecahi Suroto, Ketua MIO Kab. Bima Angkat Suara

Kepala Wartawan Mau Dipecahi Suroto, Ketua MIO Kab. Bima Angkat Suara

5
0

Foto ilustrasi tolak kekerasan wartawan

Penulis : Imam
Editor : Muhammad Aris

SERANG, LintasRakyat.Net – Seorang wartawan kitaketik.com diuga diancam dipecahi kepalanya oleh Mandor PT. Pabrik Kayu Gaharu bernama Suroto.

Wartawan, Imam Sumantoro mau dipecahi kepalanya oleh Suroto itu lantaran menulis berita dan telah tayang beberapa hari lalu. Berita terkait gudang atau pabrik pengelolahan kayu di lokasi Desa Pegalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang diduga belum mengantongi izin usaha.

Aksi bodohnya seorang mandor itu terjadi saat dua wartawan bernama Imam Sumantoro dengan satu rekan lainnya sedang asyik ngobrol di Cafe Refala Kampung Kalodran, Kelurahan Kalodran Walantaka, Serang Banten pada Sabtu (6/3), tak lama berselang datanglah Suroto permasalahkan berita yang disajikan wartawan hingga melontarkan kata-kata ancaman yang melukai profesi wartawan.

Akibat tak terima ancaman itu, terjadilah cek cok dan adu mulut hingga Suroto mau pecahkan kepala wartawan. Ironisnya lagi, Suroto juga menyatakan tidak takut sama wartawan sehingga enteng sekali bersikap seperti itu.

“Karena dia tidak takut sama wartawan akhirnya mau pecah kepala saya. Ya, untung saja tindakan premanismenya Suroto berhasil dilerai teman saya pun pemilik cafe itu. Jika tidak, mungkin saya dibunuh sama Suroto,”terangnya.

Sementara itu, Ketua Media Independen Online (MIO- INDONESIA) Kabupaten Bima, Muhtar mengecam keras tindakan arogansi dipertunjukan oleh oknum karyawan di PT. Pabrik Gaharu itu.

“Ya, apa urusan anak itu dengan berita dibuat wartawan. Paham atau tidak dia kalau wartawan tidak sebodoh pikiran dia,”tegas Muhtar kepada redaksi ini, Minggu (7/3).

Pria asal daerah NTB itu mengimbau wartawan Imam Sumantoro untuk melaporkan ke Polres Serang bila perlu ke Kapolda Banten. Nanti, kasusnya akan dikawal bersama- sama.

Masukan laporan besok hari Senin. Sebab perlakuan seorang notabene mandor itu kan gara-gara wartawan membuat berita yang dipublikasikan ke jagad maya atas dugaan PT yang merupakan tempatnya meraup sesuap nasi itu tidak mengantongi izin.

“Itu sudah tak bisa ditoleril. Apalagi mau hilangkan nyawa wartawan. Kalau terkait berita kan ada ruang hak jawab dan hak koreksi. Itu diatur UU No.40 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik,”terangnya.

Ia menambahkan, tindakan premanisme seorang mandor itu selain diduga melanggar ketentuan Pasal 335 KUHP, namun yang lebih berat yakni Pasal 18 Ayat 1 dalam UU Pokok Pers.

“Kami akan kawal aksi Suntoro itu hingga benar- benar dipastikan dia mendekam dalam jeruji besi. Rekan- rekan wartawan tidak usah takut dengan ancaman apapun dari orang- orang tidak jelas seperti itu,”pungkas pria pemilik akun FB Muhtar Habe.

Mandor Suroto yang dikonfirmasi berita tersebut melalui pesan WhatsAppnya, namun enggan menanggapinya. Pesan dikirim terlihat dua tanda centang warna biru.

Artikel sebelumyaBaru Satu Minggu Menjabat, Wabup Lombok Utara Langsung Kerja Tuntaskan RTG
Artikel berikutnyaPastikan Aspirasi Terjaring, Umi Ti PPP Turun Reses Masa Sidang I Tahun 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here