Beranda Daerah Sidang Lanjutan Sengketa Kadus Nanga Tumpu Kembali Digelar PTUN

Sidang Lanjutan Sengketa Kadus Nanga Tumpu Kembali Digelar PTUN

6
0

MATARAM, LintasRakyat.Net- Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram menggelar sidang lanjutan sengketa pemberhentian Kadus Nanga Tumpu, Desa Nanga Tumpu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat .

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Ketua Margaretha Torimtubun diikuti empat Kuasa Hukum Pemda Dompu mewakili kepala Desa sebagai tergugat yakni Furkan, Andi Karsa, Adrianty, dan Santoso, Andi Wirawan serta Kuasa penggugat yakni Israil digelar di Kantor PTUN Mataram, Senin (23/2/2021).

Agenda sidang hari ini menghadirkan bukti surat dan saksi dari tergugat, di mana ada 3 saksi dari tergugat di hadirkan.

Sidang kali ini dipimpin oleh Hakim ketua Margaretha Torintubun didampingi Ros Endang Naibaho dan Taufik Adhi Priyanto yang masing masing sebagai anggota.

Sedangkan pihak penggugat diwakili oleh kuasa hukumnya Israil SH. Sementara yang mewakili tergugat yaitu Andi Karsa bagian hukum Pemda Kabupaten Dompu.

Setelah dilakukan sumpah saksi yang dipimpin oleh hakim anggota Taufik Adhi Priyanto. Masing masing saksi diminta keterangan oleh majelis hakim satu per satu dari para saksi tergugat.

Kepada masing – masing saksi, hakim ketua ataupun pengacara penggugat dan tergugat memberikan beberapa pertanyaan yang langsung dijawab saksi.

Masing masing pengacara baik tergugat dan penggugat serta hakim ketua dan anggota tampak saksama mendengar ketika para saksi menjawab pertanyaan hakim dan pun pengacara kedua belah pihak.

Pengacara penggugat yakni Israil menolak keterangan saksi tergugat dengan alasan. Ia menolak saksi dari Kades Nanga Tumpu sesuai dengan pasal 145 dan 146 HIR bahwa di dalam pasal 146 rekan kerja tidak boleh menjadi saksi kecuali dia telah membuat surat pengunduran dirinya dan atau mengundurkan diri sebagai saksi, akan tetapi tetap dimintakan keterangan oleh ketua majelis, banyak penjelasan yang tidak sesuai dengan fakta lapangan atau dia membela atasan.

Lanjutnya, yang namanya atasan kan tetap dibela oleh anak buahnya. Sedangkan saksi Arif tidak tau apa yang terjadi dari pengangkatan Sulaiman dari 2015.

Sebab, Arif ini sebagai BPD dan Arif menjelaskan bahwa di desa itu ada empat kadus. Kadus ini belum punya meja masing-masing di kantor.

Kemudian, kata dia, Camat Manggalewa Ismail menyampaikan membela juga anak buahnya yaitu kades. Ya, namanya anak buah tetap dibela.

Menurutnya, camat ini memberikan keterangan yang tidak sesuai alias bohong. Ia pertanyakan kenapa dikatakan demikian, karena pada saat ditanya dalam sidang “apakah camat pernah berniat mendamaikan kedua belah pihak, lalu dijawab pernah”

Padahal, katanya, itu tidak pernah dilakukan. Ironisnya lagi, keterangan camat pada saat mediasi berbeda dengan yang dikatakan pada saat sidang tadi.

“Ya, camat saat mediasi menyatakan dari pada saya cabut rekomendasi yang saya keluarkan, lebih baik saya keluar dari agama islam,”ungkap Israil kutip keterangan camat.

Lebih ironisnya, tambah Israil, tetapi ketika ditanya di persidangan, camat bilang tidak ingat, alias lupa.

“Ya, kesimpulan saksi yang dihadirkan oleh tergugat kami tolak karena tidak sesuai dengan UU,”tegas Israil,”ungkap. Adbravo-LR)

Artikel sebelumyaDugaan Konspirasi, Ikatan Mahasiswa & Pemuda Madawau Segel Kantor BPD dan Kantor Desa
Artikel berikutnyaGubernur Zul Minta LPDB Dukung Permodalan Koperasi Penguatan UMKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here