Beranda Daerah Polresta Mataram Ungkap Pembunuh Hayatul Ulum Dengan Metode Scientific Investigation

Polresta Mataram Ungkap Pembunuh Hayatul Ulum Dengan Metode Scientific Investigation

4
0

MATARAM, LintasRakyat.Net–Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram mengungkap kasus pembunuhan terhadap Hayatul Ulum (44) warga Lingkungan Pande Besi, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Hal tersebut diumumkan Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi melalui konferensi persnya di depan para awak media di Mapolresta Mataram, Rabu, 24 Februari 2021.

Kombes Heri menjelaskan bahwa pihaknya telah menangkap dan mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku. Yakni IL (35 ) warga Lingkungan Mapak Indah, Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela dan BR (34) warga Lingkungan Pande Besi, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.

Sebelumnya, Hayatul Ulum diduga dibunuh pada 29 November 2020 lalu, karna ditusuk oleh orang tidak dikenal dengan pisau. Nyawa korban tidak tertolong kendati sempat dirawat di rumah sakit.

Kombes Heri menceritakan kronologi kejadian bermula dari kedua pelaku menggunakan sepeda motor membuntuti dan memepet korban saat melewati Jalan Sultan Kaharudin sekitar pukul 00.30 WITA.

“Di depan Masjid Nurul Falah, karena ada mobil yang berhenti di depan korban. Pelaku IL turun dari sepeda motor dan langsung menusuk dada sebelah kiri korban dengan tangan kanannya. Menerima tusukan pisau, korban masih bisa berjalan menuju temannya yang berada di pinggir jalan. ‘’ Korban sempat dibonceng oleh rekannya ke arah timur. Sedangkan kedua pelaku langsung melarikan diri,’’ ungkapnya

Menurut Kombes Heri, awalnya mengungkap kasus tersebut tidak mudah. Meski sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dari keterangan saksi. Tidak serta merta menyibak pelaku pembunuhan.

“Kepolisian memerlukan bukti valid untuk menetapkan IL dan BR sebagai pelaku pembunuh Hayatul Ulum. Investigasi ilmiah (Scientific Investigation) digeber petugas untuk mengungkap kasus ini. Yakni dengan melakukan tes DNA terhadap sebilah pisau yang digunakan pelaku,”lanjutnya.

Pisau tersebut ditemukan di rumah pelaku IL. Untuk memastikan keterlibatan pelaku. Pisau yang ditemukan di rumah IL dilakukan uji forensik dan Tes DNA di Puslabfor Bareskrim Mabes Polri.

“Kepolisian ingin memastikan bercak darah di baju korban. Identik dengan bercak darah dipisau milik IL. Dan hasil Tes DNA terhadap pisau dan darah korban hasilnya ada kecocokan identik. Darah di pisau pelaku adalah memang darah korban Hayatul Ulum,”terang Kombes Heri.

Lanjutnya, selain dengan metode Scientific Investigation dan keterangan saksi, upaya lainnya yang dilakukan oleh Polresta Mataram untuk mengungkap kasus ini melalui Satreskrim adalah dengan melakukan otopsi terhadap korban.

Dan untuk motif pembunuhan tersebut, Kapolresta masih terus melakukan pendalaman dan investasi lebih lanjut dari keterangan pelaku.

“Karena pelaku belum juga mengakui perbuatannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa menyampaikan bahwa dalam kasus ini, kedua pelaku berbagi peran. Saat beraksi, keduanya menggunakan sepeda motor tanpa plat. Tapi di depannya ada stiker bertuliskan Rock Star.

“Pelaku BL itu sebagai jokinya.dan IL sebagai eksekutor,”katanya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan Metode Scientific Investigation dalam kasus ini adalah untuk menguatkan bukti yang kepolisian miliki karna pelaku tidak mengakui perbuatannya.

Dengan perbuatannya ini, kedua pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP Jo pasal 338 Sub 351 KUHP tentang pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia.

“Maksimal hukuman penjara, seumur hidup,”tutup Kompol Kadek.(Adbravo-LR)

Artikel sebelumyaDua Kecamatan di Dompu dihantam Banjir, Dua Polsek turun ke lokasi ringankan beban warga
Artikel berikutnyaAnggota Koramil 1608-03/Sape Bersama Masyarakat DPP Sertu Idris Turun Penyemprotan Hama Bawang Unggulan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here