Beranda Headline Ketua MIO Kab. Bima Desak Kapolres Lampung Utara Tangkap Pemilik Akun Kiyai...

Ketua MIO Kab. Bima Desak Kapolres Lampung Utara Tangkap Pemilik Akun Kiyai Arga

5
0

BIMA, LintasRakyat.Net – Ketua Media Independen Online (MIO- INDONESIA) Kabupaten Bima, Muhtar mendesak Kapolres Lampung Utara untuk segara menangkap pelaku penghina wartawan yakni pemilik akun facebook Kiyai Arga.

Akibatnya kata- kata tidak senonoh yang berhasil dicreenshot komentarnya itu menjadi dasar laporan perkumpulan wartawan. Karena sangat melukai hati seluruh wartawan pun organisasi wartawan. Baik wartawan tingkat regional, nasional, terlebih lagi wartawan internasional.

“Ya, Polisi harus ringkus cepat anak yang mengaku Ormas GML,”kata Muhtar dalam siaran persnya, Jumat (19/2).

Muhtar mengatakan tulisan pemilik akun fb itu yakni “Wartawan gk ada otak wartawan klas tai anjing klu gk seneng sama ucapan saya dtengin sya ke kantor gml”

Hinaan itu, kata Muhtar, dituliskan oleh pemilik akun Kiyai Arga, pada kolom komentar di sebuah unggahan atau link yang dikirimkan oleh saksi, yakni pemilik akun Facebook Neodemian Rafael kepada pelapor, Mintaria Gunadi. Melalui mesenger yang dituliskannya, Minggu sekitar pukul 23.34 WIB.

“ini sudah tidak bisa dibiarkan, dan Polisi harus segera bertindak,”tegasnya.

Pria asal NTB itu menjelaskan pemilik akun fb itu sudah dilaporkan berbagai Organisasi Pers di Lampung Utara, dan sudah ditangani oleh Polisi.

Foto : Pemilik akun fb Kiyai Arga

“Ya, dengan dilaporkan delik hukumnya Polisi sudah bisa menangkap pemilik akun itu,”terangnya.

Dia menegeskan meski kasus itu locusnya bukan di Kab. Bima, namun sebagai pimpinan di sebuah organisasi Pers tetap memantau dan mengawal secara intens.

“MIO Bima, MIO NTB, hingga MIO Pusat komit mengawal hingga benar- benar ada kepastian hukum menjerat pelaku,”tegasnya.

Pria kelaiharan Taloko, 17 Agustus 1979 itu berharap kepada rekan- rekan pers untuk tetap mengedukasi masyarakat dengan informasi- informasi yang positif.

“Ya, tentu itu semua sesuai UU 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Saya yakin pemahaman rekan- rekan sudah tak diragukan lagi hal itu. Namun, saya sekadar ingatkan saja,”harapnya.

Selain hal itu, Habe menambahkan jika ada rekan-rekan pers MIO pun lainnya tersangkut laporan hukum lantaran pelaksanaan tugas jurnalisik hendak untuk tidak mematuhinya. Jika ada pihak merasa dirugikan atas berita dibuat wartawan ada hak diatur dalam ketentuan UU Pokok Pers itu.

Bukti kata-kata hinaan wartawan oleh pemilik akun fb Kiyai Arga

“Polisi tidak punya wenang untuk memproses kasus pemberitaan. Pihak merasa dirugikan dapat keluarkan hak jawab. Jika tidak mau langsung adukan ke Dewan Pers,”pungkas pria pemilik fb Muhtar Habe.

Ketua MIO Pusat, AYS Prayogie, melalui Advokasi & Hukum MIO INDONESIA, Hasanudin berkomitmen mengusut tuntas kasus penghinaan wartawan dilakukan oleh pemilik akun fb Kiyai Arga yang mengaku Ormas GML beralamat kantor di Jln. Sumatra, No.38, Kab. Lampung Utara.

“Kasus itu diusut tuntas karena tindakan anak itu sudah mencoreng marwah wartawan. Tidak ada alasan untuk tidak diusut,”tegas Hasanudin melalui siaran persnya diterima sejumlah media MIO dalam WAG Gudang Berita MIO, Jumat (19/2).

Dia meminta pengurus MIO Kab. Lampung Utara untuk memintakan nomor Laporan Polisi (LP), dan foto terlapor daerah setempat agar dijadikan dasar untuk koordinasi dengan petinggi Polri di Mabes.

“Kami tunggu koordinasi lanjut dari pengurus MIO di Lampung Utara. Jika ini tidak diusut maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal serupa di daerah- daerah lainnya,”ungkapnya.

Dia pun berharap kepada MIO dari Sabang-Merauke untuk tetap kompak, solid, dan eksis dalam mengawal bersama kasus penghina profesi wartawan. Jangan pernah ada keraguan sedikitpun demi mengembalikan marwah wartawan atas tindakan anak itu.

“Apalagi wartawan, pers, jurnalis, dan atau media memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Kita tahu bersama media adalah pilar keempat demokrasi. Sehingga dituntut untuk menyampaikan informasi- informasi sifat edukasi,”pungkas Hasanudin.

Dikutip dari kabartujuhsatu.news, tidak sampai kurun waktu 24 jam, kasus itu, sudah dilaporkan oleh perwakilan Organisasi Pers Lampung Utara. PWI, AWI, AJOI, SMSI, IWO, PWRI, SPRI, MIO, dan seluruh perusahan media khususnya mewakili wartawan se- Indonesia, kepada Polres Lampung. Asosiasi Pers Lampung Utara, diwakili Subdid Hukum dan Organisasi AWPI.

Laporan atas nama Mintaria Gunadi, berdasarkan dengan nomor laporan,  Nomor : STPL/134/B-1/II/2021/POlDA LAMPUNG/SPKT RES LU, pada hari Senin, 15 Februari 2021, sekitar pukul 11.43 WIB.

Sementara itu, pemilik akun fb Kiyai Arga, mengaku atas perbuatan seperti dibawakan ke ranah hukum oleh sejumlah Asosiasi Pers Lampung itu.

Dia menyatakan tidak bermaksud menghina profesi wartawan, melainkan tindakan spontanitas terhadap postingan pemberitaan media resulusitv.com, dengan judul (Warga Desa Teluk Dalem Produksi Gula Merah Racikan Tak Hegienis dan Tak Berizin). Berita tersebut ditayang, pada Minggu (14/2/2021), dan memuat 394 komentar.

Pria itu mengaku juga sudah melakukan klarifikasi. Menurutnya, hinaan itu tidak beralamatkan ke profesi wartawan. Namun, kepada individu wartawan.

“Sudah saya sampaikan melalui rekan2 media. Online.tv.dan cetak karena ini hanya sikap spontanitas saya berkomentar di kolom komentar yg saya tujukan kepada perindividuan. Yakni perorangan/oknum wartawan bukan ke seluruh wartawan se-Indonesia hususnnya jurnalis/wartawan Lampung,”tulis akun Kyai Arga, melalui messengernya, diterima Lintasrakyat.net, Jumat sore tadi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pihaknya dalam hal ini, Organisasi Gerakan Masyarakat Lampung (GML), sudah bertemu dengan pihak pemosting berita tersebut.

“Dan kami keluarga besar ormas gml lam.ut sudah bertemu dengan pihak pemosting atau yg bersangkutan dan meminta maaf secara langsung atas kesalahan pahaman ini dan di hadiri oleh ketua redaksi resolusi.tv dan di saksikan oleh beberapa perwakilan per/wartawan,”terangnya.

Dia menambahkan terkait komentarnya yang telah melukai hati wartawan itu, sudah lakukan klarifikasi hingga permohonan maaf langsung. Bahkan diberitakan oleh TV Nasional kala itu.

“Skali lagi saya mengklarifikasi bahwa saya a/n SONY PUTRA WAIKA PEMIlik akun kiyai Arga menjabat sebagai Ketua komando ORMAS GML KAB.L.U TIDAK bermaksud menghina wartawan atau pers selampung dan se-Indonesia tapi hanya saya tujukan kepada perorangan/oknum yg memposting di media sosial yaitu Group suara impormasi Lampung timur,”terangnya lagi.

“Kmi kluargga besar ormas glm sangat mendukung penuh peranan pers/wartawan sebagai pilar demokrasi,”pungkas pria pemilik akun fb Kiyai Arga itu. (Rif-LR)

Artikel sebelumyaJual Sabu Kepada Pelajar, Pengedar di Moyo Utara Diamankan ke Polres Sumbawa
Artikel berikutnyaPolsek Sanggar Periksa Dua Saksi Melihat Pembacokan Wartawan Bima Today.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here