Beranda Daerah Kuasa Hukum Syafru-Adi Dalilkan Pelanggaran TSM, MK Tolak Seluruh Permohonan

Kuasa Hukum Syafru-Adi Dalilkan Pelanggaran TSM, MK Tolak Seluruh Permohonan

3
0

BIMA, LintasRakyat.Net – Gugatan sengketa Pilkada Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat oleh pemohon Pasangan Calon (Paslon) Syafrudin-Ady Mahyudi melalui Kuasa Hukumnya, Arifin di Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia akhirnya ditolak. Dalam pembacaan hasil keputusan, Rabu (17/2/2021)

Sidang dipimpin Ketua MK, Anwar Usman didampingi 9 anggota memutuskan menolak semua seluruh gugatan pemohon atas termohon KPUD Bima. Selama proses persidangan, pihak pemohon tak memiliki bukti yang didalilkan dalam permohonan sebagai syarat formil yang menjadi ketentuan perundang- undangan di MK.

Dua kali persidangan awal, hakim meminta agar pemohon mengajukan alat bukti kecurangan yang didalilkan terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) di seluruh TPS yang ada di 191 Desa dan 18 Kecamatan se Kabupaten Bima sesuai dengan tuntutan yang dilayangkan pemohon sejak masuk pada masa awal persidangan waktu itu.

Mendengar hasil keputusan MK, paslon Indah Dhamayanti Putri dan Dahlan Muhammad Noer (In-Dah) yang mendapat suara tertinggi, menggelar konferensi pers di salah satu hotel di Jakarta.

Dalam konferensi persnya, Paslon In-Dah mengucapkan terima kasih atas dukungan pada tim kuasa hukum serta tim-tim yang tampak dan tidak tampak.

“Dengan ditolaknya seluruh permohonan pemohon, saya dan Pak Dahlan M Noer, meminta agar masyarakat bersatu dan merajuk kembali ukhwah silaturahmi dalam bingkai kebersamaan tanpa ada pemetaan dalam membangun Kabupaten Bima ke depan,” tutur Umi Dinda.

Selain itu, paslon In-Dah juga meminta kepada pihak penyelenggara KPU maupun Bawaslu dan juga TNI serta Polri, agar dapat bekerja sesuai tahapan proses selanjutnya, sehingga IDP-Dahlan dapat sesegera dilantik untuk dapat bekerja kembali dalam melayani masyarakat guna membangun Bima yang utuh.

“Saya berharap pasca diputuskan MK hari ini seluruh pendukung dan simpatisan untuk tidak beruforia berlebihan yang menyebabkan terjadinyan perpecahan,” pungkasnya dengan raut wajah bahagia. (TIM)

Artikel sebelumyaTak Punya Bukti, MK Tolak Seluruh Permohonan Syafru- Ady
Artikel berikutnyaWapres Ma’ruf Amin : Vaksinasi Corona Adalah Fardu Kifayah dan Berdosa Kalau Kita Tolak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here