Beranda Daerah Gubernur NTB Resmikan Lumbung Pangan Masyarakat Dan Canangkan Pertanian Masuk Sekolah Di...

Gubernur NTB Resmikan Lumbung Pangan Masyarakat Dan Canangkan Pertanian Masuk Sekolah Di Lombok Timur

4
0

LOMBOK TIMUR, LintasRakyat.Net– Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah meresmikan dan memulai operasional Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Dusun Kesuit, Sakra dan Pencanangan Pertanian Masuk Sekolah (PMS) di Dusun Setungkep, Keruak, Lombok Timur, Selasa, 16 Februari 2021.

Dalam sambutannya di Dusun Kesuit, Gubernur mengingatkan agar program dan bantuan strategis seperti pangan benar benar diperhatikan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir lagi tentang kesinambungan pangan dengan beroperasinya LPM ini,”ujar Gubernur.

Dikatakan Gubernur ketahanan pangan harus dimulai dari hulu yakni desa. Dengan pengelolaan pangan, setidaknya dapat memenuhi kebutuhan sendiri dalam waktu yang lebih panjang.

Dan Gubernur berharap, Bumdes juga kedepan harus mempunyai cold storage bertenaga matahari untuk menyimpan hasil laut atau sayur untuk tahan lebih lama.

Sementara itu saat di Ponpes Al Ikhlas, Dusun Setungkep, Desa Lingsar, Keruak, Zul meminta masyarakat menyambut baik program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) sebagai upaya mendukung ketahanan pangan.

Bang Zul menekankan pentingnya edukasi mandiri tentang bertani ini selain mengadaptasi lingkungan pertanian sekitar, juga bentuk penghargaan kepada apa yang dimiliki dan menggali potensi pangan untuk ketahanan mandiri.

Di Ponpes Al Ikhlas sendiri telah menyediakan lahan praktek pertanian dan pendidikan pertanian bagi santri dan siswa.

Kepala Dusun Kesuit, Mustamin mengatakan potensi desanya dengan luas area 20 Ha akan mampu menghasilkan 120 ton dalam sekali musim panen.

“Pasca panen, mayoritas warga yang petani menanam tembakau, jagung dan tanaman produktif lain,” papar Mustamin.

Mustamin juga menerangkan bahwa bantuan Rp 60 juta dari Dinas Ketahanan Pangan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) benar benar dimanfaatkan dengan menggandeng Rumah Zakat dalam pengelolaannya.

“Setiap hektar menghasilkan 20 ton, dua puluh persennya disimpan di LPM untuk ketahanan pangan. Adapun bantuan dana bagi KWT dikelola bersama dalam bentuk hibah atau bantuan pinjaman,” jelas Mustamin.

Dusun Kesuit sendiri dihuni 324 KK dengan mayoritas petani. Pasca panen, petani biasanya menanam tembakau namun sejak tahun lalu akibat harga yang turun, petani mulai mengembangkan tanaman lain.

Sedangkan, Kadis Ketahanan Pangan, Fathul Gani menjelaskan saat ini cadangan pangan NTB sebanyak 640 Ton dan dusun Kesuit dinilai mempunyai potensi besar.

Selain itu, LPM Gotong Royong dusun Kesuit melengkapi 48 LPM yang ada di Lotim. Dijelaskannya, wilayah Sakra termasuk yang terbesar mendapat bantuan sosial dan masih terus memetakan masalah sosial di masyarakat.

“Diharapkan, kehadiran LPM mampu menyediakan pangan yang baik dan cukup bagi warganya,” harap Fathul.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula mendampingi Kadis Sosial yang memberikan bantuan kursi roda dan sembako pada warga masyarakat membutuhkan yang dikunjungi.(Adbravo-LR)

Artikel sebelumyaRaihan Reses Di Mpuri, Kades Sampaikan Program Prioritas
Artikel berikutnyaGernas BBI, Siap Gaungkan Industrialisasi NTB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here