Beranda Daerah Warga Resah, Polsek Gunungsari Tutup Seluruh Cafe Tuak di Dusun Lilir

Warga Resah, Polsek Gunungsari Tutup Seluruh Cafe Tuak di Dusun Lilir

2
0

LOMBOK BARAT, LintasRakyat.Net– Warga lima Desa di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat mengeluhkan keberadaan warung tuak dan cafe di Dusun Lilir. Lima Desa itu adalah Desa Mambalan, Jeringo, mekarsari, Dopang, dan Kekeri.

Warga menilai keberadaan warung dan cafe tersebut sangat meresahkan dan melanggar etika.

Bahkan, kata warga, sebelumnya telah berulangkali melaporkan keberadaan warung tuak dan cafe itu karena memutar musik dengan suara keras, sering terjadi transaksi narkoba dan juga ditenggarai menyediakan wanita penghibur.

Terkait hal itu, Kapolsek Gunungsari pada Jumat 12 Februari 2021 pukul 09.00 WITA memanggil pengusaha warung tuak dan cafe di Dusun Lilir ke Polsek Gunungsari.

Kapolsek mengatakan, upaya itu diambil untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antara warga dari lima Desa yang resah dengan kelompok pengusaha warung tuak dan Cafe.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Kapolsek Gunungsari, IPTU Surya Irawan dengan dihadiri oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, pengusaha warung tuak / cafe, Kades Mambalan, Kades Jeringo, Kades mekarsari, Kades Dopang, Kades Penimbung, Kades Kekeri, dan Kepala BPD Mambalan.

IPTU Surya mengaku, sebelumnya telah mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak berbuat anarkis karna adanya informasi masyarakat yang akan melakukan sweeping ke warung-warung tuak.

“Kepada masyarakat yang akan melakukan sweeping, kita minta agar menahan diri untuk menghindari perbuatan anarkis,”ujar Kapolsek.

Kapolsek dalam pertemuan tersebut menegaskan pengusaha atau pengelola cafe agar menutup usahanya.

“Saya yakin cafe di Lilir ini tidak memiliki izin dan atas nama undang-undang, saya perintahkan agar semua cafe tutup dan apabila masih beroperasi akan saya proses sesuai dengan hukum yang berlaku,”tegas Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek, selain meresahkan, keberadaan cafe tersebut melanggar aturan penanganan pandemi karena menjadi tempat berkumpulnya orang-orang.

Setelah melalui pembicaraan panjang akhirnya disepakati bahwa warung-warung tuak yang ada di Lilir ditutup dan dituangkan dalam bentuk surat pernyataan.

Kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WITA dan berjalan dengan lancar serta aman.(Adbravo-LR)

Artikel sebelumyaGelar Apel Kesiapan, Polres Lobar Siap Terdepan Sukseskan Program Vaksinasi
Artikel berikutnyaDugaan Hina Relawan, Pemilik Akun FB “Dhyan Yhank Poeput” Bantah Tegas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here