Beranda Daerah Desak tetapkan tersangka Boymin, LesHam demo Polres & DPRD

Desak tetapkan tersangka Boymin, LesHam demo Polres & DPRD

2
0

KOTA BIMA, LintasRakyat.Net –Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Studi Penegak Hukum Dan Hak Azasi Manusia (LESHAM) BIMA-NTB menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Polres Bima Kota, NTB, Senin, 18 Januari 2021 pagi.

Massa mendesak penetapan tersangka terhadap oknum DPRD Kab.Bima Boymin, S.E yang merupakan pemilik PKBM Karoko Mas berlokasi di Desa Nangawera, Kecamatan Wera, Kab Bima. Mereka menduga Boymin telah menggelapkan anggaran bantuan PKBM senilai 1,80 Miliar yang bersumber dari APBN.

Jendral Lapangan (Jendlap), Suroso dalam orasinya menilai Polres Bima Kota lambat dalam mengungkap status hukum yang menyeret nama oknum dewan itu.

“Kami menilai aparat penegak hukum setempat tidak memiliki taring untuk menetapkan Boymin sebagai tersangka padahal status hukum bersangkutan sudah naik ke tahap sidik,”kata Suroso.

Suroso meminta kepada pihak penyidik tindak pidana korupsi (TIPIDKOR) Polres Bima Kota agar koopratif dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai pihak pelaksana undang-undang korupsi yang diamanatkan negara.

“Polres harus jalankan tugas dan kewajiban sesuai hukum berlaku, karena hukum itu sebagai solusi bagi semua warga Negara Republik Indonesia,”tegasnya.

Dia menilai dan menganalisa dari berbagai pernyataan yang pernah disampaikan secara resmi oleh Kasat Reskrim Polres Bima Kota,
IPTU Hilmi Manossoh Prayugo, S.I.K di beberapa media lokal maupun nasional.

Penyidik Polres Bima Kota, kata Suroso, bahwa penyidik telah mengumpulkan sejumlah bukti seperti keterangan dari 207 orang saksi, kemudian menemukan adanya SPJ rekayasa, data warga belajar (WB) dan tutor fiktif serta polisi menemukan adanya manipulasi data atas kasus PKBM Karoko Mas.

Sehingga, lanjutnya, secara resmi ditingkat pembuktian sudah sangat akurat dan akuntabelisasi sekali, yaitu bukti barang atas tindakan terduga pelaku sudah jelas, bukti saksi yang memberikan keterangan atas perbuatan terduga pelaku sudah jelas, bukti surat yang ditemukan sudah jelas, alat bukti sudah resmi, bukti petunjuk atas tindakan terduga pelaku sudah positif.

“Iya itu sesuai dengan refrensi dasar hukum dan undang-undang yaitu Yuridis, Filosofis dan Sosiologi sudah tidak ada alasan lagi bagi pihak pelaksana undang-undang untuk tidak menetapkan tersangka terhadap Boymin sebagai bentuk penegakan kebenaran dan keadilan,”tegasnya.

Suroso mendesak pihak Polres Bima Kota untuk segera bertindak menetapkan tersangka terhadap oknum dewan Boymin, yang diduga menelan anggaran negara 1,80 milyar, dan mendesak pihak Polres untuk segera mengungkap hasil audit BPKP atas jumlah kerugian negara kasus PKBM Karoko Mas secara resmi dan akurat.

“Segera lakukan publikasi terkait kerugian negara atas tindakan dugaan korupsi oknum dewan itu,”tutup orasinya.

Setelah beberapa jam massa melakukan aksi di halaman Kantor Mapolres, massa diarahkan masuk untuk audensi dengan Kasat Reskrim, IPTU Hilmi Manossoh Prayugo, S.I.K.

Usai audensi, massa melanjut aksi di depan gedung DPRD Kab.Bima. Dalam orasinya, Ketua LesHam, Linnas mendesak lembaga DPRD khusus pimpinan fraksi Partai Gerindra untuk segera menyikapi kasus yang menyeret marwah Partai Gerindra dan nama baik lembaga DPRD Kab.Bima.

Selainnya, ia meminta kepada pimpinan fraksi Gerindra untuk segera mengadili kader yang terlibat dalam tindak pidana korupsi (KKN).

“Iya karena tindakan oknum itu akibatnya sangat besar dan eveknya sangat berat bagi lembaga DPRD Kab.Bima dan bagi masa depan Partai GERINDRA yang sedang naik daun,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kab. Bima, Ir. Suryadin HAR, Ketua Fraksi Gerindra Ruslan dan Pimpinan DPRD Kab. Bima Fraksi Partai Gerindra Yasin,S.Pdi sontak keluar dari ruangan menemui masa aksi.

“Kami akan menindaklanjuti tuntutan ini dan sampai hari ini kami belum menerima laporan tertulis tentang kasus yang menyeret Boymin. Kami masih menunggu hasil proses hukum dan terkait tuntutan ini kami akan sampaikan ke DPC, DPD bahkan sampai ke DPP Partai Gerindra di pusat,”janjinya.

Menutup orasinya, Linnas mengancam jika tuntutannya tidak segera diindahkan oleh Polres Bima Kota dan Badan Kehormatan DPRD Kab.Bima serta Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kab.Bima dalam waktu dekat ini, maka tidak akan disuarakan samapai di sini.

“Kami akan suarakan aspirasi ini di tingkat Mabes Polri dan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Dijakarta,”tegasnya.

Usai melakukan orasi di kantor DPRD Kab.Bima, sejumlah massa aksi membubarkan diri secara tertib. (Tim-Red)

Artikel sebelumyaBPD Woro Gandeng Pemdes Gelar Musdes Penyusunan RKP Desa Tahun 2021
Artikel berikutnyaBanjir Bandang Jadi Langganan, Masyarakat Bagai Makan Buah Simalakama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here