Beranda Daerah Bawaslu Prov NTB Baca Putusan, Pihak Jarot-Mokhlis “Gigit Jari”

Bawaslu Prov NTB Baca Putusan, Pihak Jarot-Mokhlis “Gigit Jari”

4
0

MATARAM, LintasRakyat.Net – Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar sidang putusan perkara dugaan pelanggaran administrasi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dilakukan Paslon nomor 4 Mo-Novi, pada Pilkada 2020 lalu, di Ruang Sidang Bawaslu NTB, Senin (11/01/2021) sekitar pukul 14.00 WITA.

Putusan dikeluarkan Bawaslu terhadap perkara diajukan oleh Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa nomor 5 Jarot-Mokhlis melalui Kuasa Hukumnya tak sesuai iming-imingnya selama ini, seluruh dalil para saksi dalam gugatannya tidak dapat dibuktikan secara hukum dan akhirnya Bawaslu memutuskan Paslon Mo-Novi tidak terbukti secara hukum dan meyakinkan, Jarot- Mokhlis harus “gigit jari” pasca isi putusan dibacakan Majelis Bawaslu.

Kuasa Hukum Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa nomor 4 Mo-Novi menyatakan sidang gugatan perkara diajukan nomor 5 Jarot-Mokhlis ke Bawaslu terkait seluruh dalilnya terbantahkan oleh fakta hukum dalam persidangan.

“Semuanya itu bersifat mengada-ada karena Jarot-Mokhlis berposisi kalah dengan selisih 0,5 persen dibanding Paslon lain kala rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil perolehan suara Pilkada,”ungkap Kusnaini.

Seluruh dalih dugaan Jarot-Mokhlis lanjut Kusnaini, Majelis Bawaslu telah memutuskan tidak ada pelanggaran karena Mo-Novi maupun Tim Kampanyenya tidak pernah melakukan tindakan hal itu dalam memenangkan Pilkada kemarin.

“Kami tahu, paham, dan patuh segala rambu-rambu Pilkada ko. Untuk apa kami buang energi kalau toh ujungnya didiskualifikasi oleh Bawaslu maupun Mahkamah Konstitusi melalui KPU lantaran melanggar larangan-larangan aturan Pilkada,”terang Kusnaini.

Baik terhadap dugaan Bansos APBN, Pengangkatan PJS Bupati oleh Mendagri atas usulan Gubernur, Bansos APBD NTB ditetapkan bersama antara eksekutif (Pemprov) & legislatif (DPRD) yang notabene anggota parpol pengusung masing² paslon yang memiliki kepentingan, seluruhnya itu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

Sedangkan tambah Kusnaini, adanya money politik yang didalilkannya di antaranya ; bagi² uang, jilbab, kursi, alat² pertanian & perkebunan dll oleh paslon No.4 tidak meyakinkan & tdak terbukti secara Hukum.

“Sehingga Majelis Bawaslu memutuskan/menetapkan tidak ada pelanggaran TSM yang dilakukan Paslon Mo-Novi,”beber Kusnaini.

Secara aturan seperti yang disampaikan ketua majelis kemarin tambah Kusnaini, diberi kesempatan kepada Pelapor untuk mengajukan keberatan kepada Bawaslu RI.

“Iya kalau Paslon nomor 5 Jarot-Mokhlis ajukan banding ke Bawaslu RI maka selama 14 hari lagi akan diperiksa dan diputuskan,”terang Kusnaini.

Pria yang lugas dan komunikatif itu mengajak kepada semua Tim dan Relawan pendukung, dan semua pihak untuk tetap menghormati semua proses hukum yang sedang berjalan, baik di Bawaslu dan MK.

“Tetap menjaga kondusifitas, menjaga persaudaraan antara satu sama lain, dan tidak lupa saya meminta doa dan dukungan agar H. Mo dan Ibu Novi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, dan bisa membawa Sumbawa ke depan menjadi jauh lebih baik,”harap Kusniani. (Habe)

Artikel sebelumyaPolsek Kilo Gelar Operasi Yustisi Prokes Covid-19
Artikel berikutnyaDiduga “Gelapkan Uang BUM Desa Woro”, Kades Bawa ke Ranah Hukum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here