Beranda Daerah Warga Boro Digegerkan Bayi 14 Bulan Terhanyut Arus Banjir

Warga Boro Digegerkan Bayi 14 Bulan Terhanyut Arus Banjir

5
0

BIMA, LintasRakyat.Net – Warga masyarakat Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima digegerkan seorang bayi perempuan bernama Ainun Qobila, 14 bulan terhanyut arus banjir kiriman dari salah satu sungai desa setempat, Selasa (5/1) sekitar pukul 16.30 WITA.

Akibatnya, sang buah hati dari pasangan istri Nurma dan suami Anwar meninggal dunia. Sebelumnya, bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Sanggar, guna diberikan perawatan medis, namun tak membuahkan hasilnya.

Kasi Trantib Kec. Sanggar, Mas’ud, S.Sos mengatakan, awal kejadian korban sedang berada di dalam rumah, tiba-tiba banjir datang lalu ibu korban sontak keluar memperbaiki pagar sebelah Barat rumahnya yang sudah rusak sebagian terbawa arus air.

“Tanpa disadari sang ibunya, korban keluar dari dalam rumah menuju samping rumah dan langsung terbawa arus banjir. Korban pun ditemukannya di belakang rumah yang tersangkut pagar dalam kondisi sudah dalam keadaan meninggal dunia,”ungkap Masud ketika dikonfirmasi wartwan usai kejadian tersebut.

Lebih lanjut, Masud menyebutkan, setelah bayi meninggal dunia, ia bersama Camat Sanggar, Ahmad, S.H, Kapolsek, IPDA Erick As’ary, Danposramil, Pelda Barahima dan Kepala Desa Boro, Jainal Arifin, S.Pd bergandengan tangan menuju tempat kejadian tersebut.

“Kita datangi di desa tersebut untuk meminta keterangan warga di sekitar rumah saudara Anwar atas kejadian yang menimpa Almarhummah, sekaligus memberikan himbauan kepada orangtua maupun keluarga korban,”terang Masud.

Dia menambahkan, saat kejadian menggegerkan warga, korban di rumah hanya dengan sang ibunya itu, sedangkan Ayahnya pergi melihat ternak sapinya di gunung. Saat itu juga, hujan deras wilayah Sanggar mulai pukul 15.35 WITA dan hingga pukul 18.00 WITA reda.

“Kerugian material akibat hujan tersebut belum ada dilaporkan, warga di Desa Kore dan Desa Boro rata – rata air menggenangi rumah setinggi paha orang dewasa. Kepala Desa Boro dan Babintratibum Desa Boro memberikan himbauan serta pemahaman terhadap orangtua maupun keluarga korban guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,”pungkas Masud.

Hingga berita ini dinaikan, situasi wilayah Kecamatan Sanggar masih terpantau aman dan terkendali. (Sirajudin-LR)

Artikel sebelumyaAwali Program Kerja Organisasi, Pembina MIO INDONESIA Anto Suroto Kunjungi Kadin Pusat
Artikel berikutnyaHamili Anak di Bawah Umur, Tersangka (50) Asal Wila Maci – Monta Digiring ke Mapolres Dompu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here