Beranda Daerah Nilai Anggaran COVID-19 Tidak Jelas, Ini Bantahan Direktur Rumah Sakit Sondosia

Nilai Anggaran COVID-19 Tidak Jelas, Ini Bantahan Direktur Rumah Sakit Sondosia

36
0

Bima, LintasRakyat.Net –Dinilainya ketidakjelasan penggunaan anggaran COVID-19 Rp3,8 Miliar oleh pihak Rumah Sakit Sondosia, Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPR) kembali turun aksi jilid II hingga berujung audiensi, Selasa (29/12).

Massa yang lebih kurang 9 orang di bawah kendali Kordinator Lapangan (Korlap), Imam mendatangi Kasubag Tata Usaha, H. Amir untuk melakukan audiensi terkait dengan anggaran COVID-19 itu. Namun, H. Amir mengarahkan massa untuk menanyakan ke Direktur, padahal Direktur tidak ada di tempat.

H.Amir mengatakan, terkait rapid test yang menjadi tuntutan massa itu sudah selesai.

“Untuk masalah anggaran yang Rp3,8 M, massa aksi bisa menanyakan langsung kepada Direktur Rumah Sakit Sondosia,”kata H. Amir.

Akibatnya, massa aksi kembali turun ke jalan depan Rumah Sakit Sondosia untuk melakukan orasi sambil membakar ban.

Sementara itu, Kanit Intel dan Kapolsek Bolo melakukan negosiasi dengan masa aksi, namun tindakan humanis kedua sosok aparat yang mengawal aksi pun tidak diindahkan oleh massa dan massa pun tetap melakukan orasi di depan Rumah Sakit Sondosia tetap membakar ban.

Berkat rasa tanggung jawab aparat Polsek Bolo dalam menjaga kamtibmas wilayah hukumnya, lalu aparat mencoba kembali melakukan pendekatan secara humanis agar massa dapat melanjutkan audiensi.

Alhasilnya, massa aksi pun mengamininya untuk melakukan audiensi di atas ruangan Direktur dengan pihak Rumah Sakit dan Dr.Yulian selaku Direktur.

AMPR menuntut terkait adanya dugaan korupsi anggaran COVID-19 yang dilakukan pihak Rumah Sakit Sondosia seperti diberitakan media ini pada edisi sebelumnya.

“Pihak Rumah Sakit tidak melakukan rapid test gratis terhadap mahasiswa yang baru pulang dari luar daerah Bima. Padahal anggaran dikucurkan pemerintah daerah yakni cukup besar,”ungkap Imam.

Imam pertanyakan, kenapa pihak Rumah Sakit tidak melakukan rapid test terhadap mereka. Sementara anggaran itu untuk memfasilitasi Rumah Sakit Sondosia. Itu anggaran tidak dipakai sama sekali oleh pihak Rumah Sakit.

“Kami selaku mahasiswa luar daerah menunut agar secepatnya dilakukan rapid test. Mengingat ingin segera kembali ke daerah perkuliahan untuk melanjutkan kuliah,”tegas Imam.

Lebih lanjut, Imam menyebut, selain itu, mobil Ambulance yang sedang dipakai oleh Rumah Sakit Sondosia saat ini sudah tidak layak dipakai.

“Itu adalah mobil yang dipinjam dari RSUD Kab. Bima. Sehingga dengan anggaran itu juga mobil Ambulance Rumah Sakit Sondosia harus diadakan,”terang Imam.

Imam menambahkan, massa yang hadir dalam audiensi ini menuntut juga pihak Rumah Sakit agar dibuatakan surat pernyataan terkait dengan pembinaan terhadap pegawainya yang sempat menyatakan bahwa alat rapid test sudah habis pada saat mahasiswa yang datang ingin melakuakn rapid test.

“Itu segera dibuatkan surat pernyataannya. Itu semua tidak benar. Karena alat rapid test saat itu sudah ada,”pungkas Imam.

Menanggapi tuntutan AMPR, Direktur Rumah Sakit Sondosia, Dr. Yulian mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengadaan 3 unit Ambulance untuk tahun 2021.

“Terkait dengan anggaran 3,8 M bukan untuk anggran COVID-19, namun itu untuk operasional selama 1 tahun di Rumah Sakit,”ungkapnya.

Direktur menyebutkan lagi, terkait tuntunan untuk rapid test secara gratis bagi mahasiswa yang kuliah di luar daerah akan bisa dilakukan mulai pada hari ini. Sedangkan untuk pembinaan pegawai Rumah Sakit Sondosia akan menjadi atensi juga.

“Kami akan buatkan surat pernyataan untuk memberikan pembinaan kpd pegawai yang sudah memberikan informasi yang sedikit mis komunikasi,”tutup Yulian.

Giat yang diberi pengamanan anggota Polsek Bolo dan Pos Daru di bawah pimpinan Kapolsek Bolo, IPDA Juanda berjalan aman, lancar, dan kondusif. Usai audiensi, terlihat juga massa Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat melakukan foto bersama. (Habe)

Artikel sebelumyaMenduga Anggaran COVID-19 Dikorupsi, Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Gelar Aksi
Artikel berikutnyaHMS Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Bima

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here