Beranda Daerah Menduga Anggaran COVID-19 Dikorupsi, Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Gelar Aksi

Menduga Anggaran COVID-19 Dikorupsi, Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Gelar Aksi

125
0

Bima, LintasRakyat.Net – Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPR) melakukan aksi demonstrasi atas dugaan korupsi anggaran Rp 3, 8 Miliyar untuk COVID-19 yang dilakukan pihak Rumah Sakit Sondosia.

Akibatnya, sekitar 15 massa yang tergabung di dalamnya melakukan aksi pembakaran ban di beberapa titik yakni di cabang Donggo dan di cabang Darussalam, wilayah hukum Polsek Bolo, Kabupaten Bima, pun terjadi, Senin (28/12) pagi.

Di titik yang berbeda, Koorlap Aksi, Imam mengatakan, pihak Rumah Sakit Sondosia kuat diduga melakukan korupsi sebagian anggaran itu.

“Itu kuat diduga, karena pihak Rumah Sakit, tidak pernah menjalankan rapid test secara gratis kepada pelajar yang belajar di luar daerah Bima. Padahal anggarannya untuk kegiatan itu juga,”ungkap Imam.

Iman meminta pihak RSU Sondosia untuk tidak menutup mata terkait dengan anggaran COVID-19 yang jumlah besar dari pemerintah daerah itu.

“Ya, anggaran itu tidak jelas peruntukannya oleh pihak Rumah Sakit Sondosia itu,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Imam menegaskan, anggaran itu dialokasikan untuk kegiatan memutus mata rantai virus COVID-19 yang masih mewabah di belahan bumi ini. Ironisnya, jangankan melakukan rapid test terhadap pelajar itu, fasilitas RSU Sondosia pun tidak digunakan sama sekali oleh pihaknya.

“Lantas ke mana anggaran besar itu?. Padahal anggaran itu juga dapat diperuntukan kegiatan rapid test terhadap para pelajar yang datang dari luar daerah. Tapi, pihak Rumah Sakit tak kunjung mengadakan kegiatan tersebut,”pungkas Imam.

Menanggapi aksi AMPR itu, tampak beberapa pihak Rumah Sakit Sondosia yang ingin melakukan audiensi dengan masa aksi, tetapi masa aksi pun bersikukuh menolak. Akhirnya pihak Rumah Sakit sontak pulang.

Pihak Rumah Sakit yang berkeinginan besar untuk melakukan audiensi dengan massa aksi tersebut, yakni Anwar selaku Humas, Ahmad Yani selaku Kasi pelayanan, dan Rustam Effendi selaku Kasi Keperawatan.

Masih berdasarkan pantauan, setelah keinginan besar beberapa pihak Rumah Sakit untuk beraudiensi menjadi nihil, massa kembali melakukan aksi blokir jalan dengan cara berpegangan tangan dan menutup jalan umum hingga jalan Lintas Sumbawa – Bima, menjadi macet.

Sedangkan Anggota Polsek Bolo yang sigap mengawal aksi di bawah pimpinan Kapolsek Bolo IPTU Juanda tetap koordinasi dengan koorlap. Agar jalan dibuka dan alhasilnya, massa aksi membuka jalan separoh.

Sementara itu, Kanit Intelkam Polsek Bolo, BRIPKA Agus Salam tak -segan – segan mendatangi massa.

Ia menyampaikan, Wakil Direktur Rumah Sakit Sondosia akan hadir pada hari Selasa, 29 Desember 2020 dan akan siap melakukan audensi di Kantor Pos Bolo Timur.

Massa aksi pun tampak merespon baik penyampaian dari Kanit tersebut dan akhirnya korlap aksi langsung mengambil komando untuk mengakhiri aksinya.

Aksi dimulainya dengan sejumlah tuntutan di cabang Donggo – Darussalam berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. (Habe)

Artikel sebelumyaBuah Hatinya Minta Maaf, Kasus Maju To I Akan Dicabut Besok
Artikel berikutnyaNilai Anggaran COVID-19 Tidak Jelas, Ini Bantahan Direktur Rumah Sakit Sondosia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here