Beranda Daerah Desak Cabut Izin CV. Rahmawati, PMB Blokir Jalan. H. Ibrahim : Kaitan...

Desak Cabut Izin CV. Rahmawati, PMB Blokir Jalan. H. Ibrahim : Kaitan Jualan Paket Pupuk Urusan Dengan Pengecer dan Bukan Distributor

208
0

Bima, LintasRakyat.Net – Aliansi yang mengatasnamakan Persatuan Masyarakat Bolo (PMB) melakukan aksi pemblokiran jalan negara pertigaan cabang Bolo Lintas Bima – Sumbawa, Selasa, 22 Desember 2020 sekitar pukul 09. 00 WITA.

Massa yang di bawah koordinir Abdian Rijal Pahlawan dengan estimasi massa sekitar 5 orang itu menduga CV. Rahmawati melakukan pendistribusian pupuk secara paket kepada para pengecer yang ada di lingkungan Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam orasinya, Korlap Aksi, Abdian Rijal Pahlawan menyampaikan dengan beberapa tuntutan. Di antaranya, Ia meminta CV. Rahmawati agar tidak mendistribusikan pupuk secara paket di desanya.

Katanya, selain itu juga PMB meminta DPRD Kab. Bima untuk segera memberikan rekomendasi untuk mencabut ijin CV. Rahmawati. Tentu hal ini mesti diatensi pemerintah. Baik Pemda Bima maupun Pemrov NTB.

“Kami minta Bupati segera bersurat ke pupuk Kaltim NTB untuk mencabut ijin CV. Rahmawati. Tidak kalah pentingnya juga Gubernur NTB segera mencopot kepala pupuk Kaltim NTB tersebut,”tegasnya.

Dia mengatakan massa turun ke jalan ini dengan tujuan menyampaikan aspirasi masyarakat petani dengan adanya kelangkaan pupuk, mengingat saat ini belum terpenuhinya masyarakat petani terkait pemenuhan pupuk.

“Kami sangat kecewa terhadap CV. Rahmawati sebagai Distributor pupuk di wilayah kecamatan kami ini. Sebab, pupuk yang seharusnya untuk pemenuhan kebutuhan petani, namun kini dijual secara paketan oleh para pengecer atas perintah dari CV. Rahmawati. Ini tindakan sangat mencekik petani,”ungkapnya.

Abdian sapaan akrabnya menginginkan kehadiran pemilik CV. Rahmawati, H. Ibrahim, untuk segera menemui massa aksi, guna memberikan klarifikasi terkait tuntutan tuntutan ini dan juga Camat, Kepala UPT Pertanian, dan BPPP Madapangga, guna memberikan pernyataan sekaligus melakukan kroscek terhadap C.V tersebut.

“Ya, karena CV. itu kuat diduga mendistribusikan pupuk secara paketan kepada masyarakat petani,”harapnya.

Pemuda berjiwa kritik itu meminta juga agar DPRD sebagai wakil rakyat yang ada di Kec. Madapangga, untuk tidak menutup mata ataupun telinga terhadap persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Khususnya persoalan pemenuhan pupuk kepada para petani.

“Apabila pihak- pihak tersebut tidak hadir di tempat aksi ini, maka kami tidak akan membuka jalan walaupun nyawa kami sebagai taruhannya,”ancam Abdian dengan estimasi massa 5 orang itu.

Menyikapi aksi PMB itu, Kabag Ops Polres Bima, Kompol Jamaluddin bersama Kapolsek Madapangga, IPDA Ruslan melakukan penggalangan terhadap korlap dan massa aksi.

“Kami bersama Pak Kabag Ops menyampaikan agar massa aksi tidak melakukan pemblokiran jalan. Karena itu sudah mengganggu para pengguna jalan,”ujar Kapolsek Madapangga, IPDA Ruslan.

Katanya, terkait dengan beberapa tuntutannya agar disampaikan sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku dan tetap mematuhi standar protokol kesehatan.

“Ya, berikan waktu kami untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan kita ini,”tandas Ruslan.

Tempat sama, Camat Madapangga, M. Saleh memberikan pernyataan kepada massa aksi. Dia meminta waktu untuk melakukan pengecekan terkait dugaan adanya penjualan pupuk secara paketan dari C.V. Rahmawati itu.

“Ya, dan apabila CV. itu terbukti sesuai dugaan massa aksi ini, maka saya akan memberikan teguran dan melaporkan ke pemerintah Kab. Bima,”ujarnya.

Camat mengatakan bahwa setelah pelaksanaan aksi ini, maka pemerintah kecamatan akan bersurat ke CV Rahmawati, agar dilakukan pertemuan semua pihak antara lain pihak C.V, UPT Pertanian, BPPP Kec. Madapangga, pihak PT. Kaltim NTB, dan Muspika Madapangga.

“Ini kita lakukan guna mendapatkan solusi terbaik adanya persoalan pupuk yang ada di kecamatan kita ini. Madapangga. Untuk itu, kami meminta agar massa aksi membuka jalan yang diblokir,”tutup M.Saleh.

Pantauan media di lapangan, korlap mengakhiri kegiatan dengan memberikan ultimatum bahwa besok dan seterusnya apabila belum ada solusi yang terbaik bagi para petani terhadap persoalan pupuk, maka PMB tetap turun aksi dan melakukan pemblokiran jalan, kemudian massa aksi membubarkan diri secara teratur. Pun jalan yang diblokir telah dibuka kemudian arus lalu lintas kembali normal.

Giat pengamanan dan monitoring dilakukan anggota Polsek Madapangga, Polsek Bolo, dibantu Koramil Bolo dan Sat Pol PP Kec. Madapangga di bawah kendali Kabag Ops Polres Bima Kompol Jamaluddin dan Kapolsek Madapangga Ipda Ruslan.

Rangkaian kegiatan berakhir dengan aman, lancar, dan terkendali.

Terpisah, Pihak CV. Rahmawati melalui Distributor pupuk wilayah Bolo, H. Ibrahim mengatakan tidak tahu adanya peristiwa aksi dilakukan Persatuan Mayarakat Bolo (PMB) di wilayah hukum Polsek Madapangga.

“Saya sekarang sedang berada di luar daerah dalam rangka mengurus pupuk subsidi untuk kebutuhan para petani. Karena petani lebih mulia bagi saya, ketimbang mengurus yang lain,”kata H. Ibrahim ketika dikonfirmasi redaksi ini via seluler, Selasa (22/12) sekitar pukul 16.04 WITA.

Dia membantah adanya CV. Rahmawati menjual pupuk. CV. tersebut tidak menjual pupuk dan Distributor hanya mendistribusikan pupuk subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kalau dikatakan CV. Rahmawati yang jual pupuk, itu salah langkah.

“Intinya subsidi tanggungan pemerintah dan kekurangan pupuk bukan Rahmawati,”terangnya.

Dia pun menegaskan yang benar CV. Rahmawati mendistribusikan pupuk subsidi dari pemerintah. Juga jika distributor dialamatkan ke distributor H. Ibrahim, maka akan jadi persoalan lain.

“Kan distributor bukan hanya H. Ibrahim,”tuturnya.

Dia menjelaskan total distributor yang ada di Kabupaten Bima bukan hanya H. Ibrahim,antara lain Distributor yakni CV. Lawa Mori, CV. Langgam Tiga, CV. Rezeki, CV. Wira Tama, dan CV. Binta Mas.

“Kalau mengarah ke satu distributor tidak masalah, itu justru lebih bagus. Kami punya cara-cara lain,”terangnya.

Dia berharap para petani untuk tidak menanggapi isu yang berkembang bahwa terkait adanya riakan masalah pupuk. Pasalnya, sekarang kita lagi memperjuangkan pemenuhan kebutuhan pupuk petani.

“Saya tidak akan berhenti untuk menjawab kebutuhan petani khusus pupuk petani di Bima,”tuturnya.

Pria yang lugas dan komunikatif asal Bima itu menambahkan bahwa kaitan jualan paket adalah urusan dengan pengecer bukan dengan distributor.

“Kami distributor hanya menjalankan sesuai kewenangan sesuai ketentuan yang ada,”pungkas H. Ibrahim. (Irfan – LR)

Artikel sebelumyaNilai Organisasi MIO Kumpulan Jiwa- Jiwa Pembela Pers, Mantan Wakil Ketua MOI Kab. Bima Langsung Merapat
Artikel berikutnyaMantan Ketua DPC MOI Kab. Dompu Siap Kibarkan Bendera MIO Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here