Beranda Hukrim Enam Anggota Laskar FPI Meninggal Dunia Ditembak Polisi di Jalan Tol

Enam Anggota Laskar FPI Meninggal Dunia Ditembak Polisi di Jalan Tol

49
0

Jakarta, LintasRakyat.Net – Enam orang anggota Front Pembela Islam (FPI) meninggal dunia ditembak polisi ketika terjadi bentrok dengan rombongan Habib Rizieq Shihab di kawasan jalan tol Cikampek, Senin (7/12). Polisi mengaku adanya penyerangan terhadap petugas sehingga melakukan tindakan tegas.

“Tadi pagi sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta Cikampek, KM 50 telah terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan Rizieq Shihab yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Senin (7/12).

Kejadian berawal saat petugas menyelidiki informasi soal pengerahan massa saat dilakukan pemeriksaan terhadap HRS di Mapolda Metro Jaya. “Ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yg diduga adalah pengikut HRS , kendaraan petugas dipepet lalu kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam,” tambahnya.

Fadil mengatakan terdapat 10 orang yang melakukan penyerangan, namun setelah enam rekannya ambruk, empat orang sisanya melarikan diri.

Tidak korban jiwa maupun luka dari pihak kepolisian, hanya ada kerugian materi dari sebuah kendaraan rusak karena dipepet serta terkena tembakan dari kelompok yang melakukan penyerangan.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Sementara itu Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengatakan bahwa rombongan kendaraan yang membawa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan keluarganya diadang dan ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK) di suatu ruas jalan Tol di Jakarta, Senin (6/12) subuh tadi.

“Bahwa benar ada peristiwa pengadangan, penembakan terhadap rombongan IB HRS [Imam Besar Habib Rizieq Shihab] dan keluarga serta penculikan terhadap 6 orang laskar pengawal IB,” kata Aziz seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (7/12).

Aziz menjelaskan kronologi kejadian tersebut bermula saat HRS bersama keluarganya hendak menuju acara pengajian subuh khusus keluarga inti di wilayah yang tak disebutkan namanya pada Senin (7/12) dini hari.

Dalam perjalanan menuju lokasi, rombongan HRS tiba-tiba diadang oleh orang tak dikenal. Ia menduga orang-orang tersebut merupakan bagian dari operasi penguntitan untuk mencelakakan Rizieq.

“Para preman OTK yg bertugas operasi tersebut menghadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga,” kata Aziz.

Sumber: Indonesiainside

Artikel sebelumyaBabinsa O’o Donggo Turut Mengawal Pendistribusian Logistik Pilkada Bima 2020
Artikel berikutnyaFPI: Laskar Pengawal Habib Rizieq Shihab dan Cucunya yang Masih Balita Ditembaki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here