Beranda Nasional Apdesi Ujar Kebencian, Insan Pers Minta Polri Usut Tuntas

Apdesi Ujar Kebencian, Insan Pers Minta Polri Usut Tuntas

64
0

Bima, LintasRakyat.Net- Pasca beredarnya video ujaran kebencian dilakukan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesi (Apdesi) Kabupaten Sukabumi yang dialamatkan kepada pers mengundang reaksi pers pun organisasi pers di berbagai wilayah daerah kab/kota, provinsi, pusat, dan pers internasional.

Ulasan video pendek 26 detik Apdesi Sukabumi menyatakan “Kami yang tergabung dalam Apdesi melawan LSM dan media yang mengobok-obok kepala Desa, Allahuakbar Allahuakbar, terima kasih” mendapat kecaman dari berbagai kalangan pers.

Bagaimana tidak, Solidaritas Insan Media dan Penulis (Sipe) mengecam atas ujaran kebencian disampaikan oleh Apdesi Sukabumi tersebut.

Menurut Sipe, pernyataan tersebut terkesan provokatif dengan ulasan menyebut “Melawan LSM dan media yang mengobok-obok kepala Desa”.

Ulasan tersebut, katanya, adalah ujaran kebencian terhadap insan pers dan LSM bukan secara personal.

Tidak hanya itu, kata Sipe, bahasa obok-obok kepala Desa dinilai tendensius kepada jabatannya yang terkesan menghasut para kades lain dan merasa tidak ingin ada kontrol atas kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Desa.

Ironisnya lagi, sambung Sipe, ulasan tersebut dinilai bentuk menutupi kebobrokan pelaksana demokrasi yang dengan sengaja membuka peran masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Ya, hari ini kami sampaikan dan mengecam Apdesi Sukabumi untuk meralat dan menyampaikan hal yang lebih arif dan bijaksana,”paparnya.

Ingat, tegas Sipe, pernyataan Apdesi Kab. Sukabumi adalah bagian ujaran kebencian yang disampaikan untuk mengkredilkan marwah pers yang dilindungi Undang-Undang Pokok Pers yakni Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pernyataan tersebut, tambahnya, adalah merupakan pelanggaran yang dapat mengarah terhadap tindak pidana, karena dapat menimbulkan kegaduhan dan mengganggu stabilitas peranan pers bagian dari pilar di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yakni Eksexutif, Legislatif, Yudikutif, dan Pers.

“Ya, berkenaan hal tersebut, kami akan mengajukan secara hukum atas pernyataan dimaksud. Sebab pernyataan itu tidak sesuai dengan kata oknum. Sehingga ucapan itu kami menyimpulkan bahwa sikap Adepsi tertuju kepada insan pers dan LSM dan tidak terkecuali,”tegasnya.

Terpisah, puluhan journalist Indonesia mendatangi Kantor Polres Sukabumi dengan menyatakan tegas bahwa tindakan dilakukan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesi (Apdesi) Kab. Sukabumi untuk segera diusut dan ditindak oleh kepolisian setempat sesuai mekanisme hukum secara sistemik.

Puluhan insan pers tersebut menilai tindakan Apdesi telah mencoreng marwah pers yang menjadi bagian terpenting di dalam membangun dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesi (NKRI) yang tercinta ini.

“Kami minta kepada aparat penegak hukum (Polri) untuk menindak tegas tindakan Apdesi Sukabumi. Karena hal dilakukannya itu tidak hanya mencoreng marwah pers Indonesia, tapi juga pers internasional,”tegasnya.

Mereka mengajak seluruh insan pers yang ada di tanah air dari sabang sampai merauke untuk sama-sama mengawal tindakan Adepsi hingga adanya supremasimasi hukum.

“Kita pastikan membawa pulpen dan video demi mengembalikan marwah pers yang dicoreng Apdesi. Jika tidak maka pers yang ada di 34 provinsi di bumi pertiwi ini akan duduk bersama di ruangan Kapolres Sukabumi,”pungkasnya. (Red)
 

Artikel sebelumyaDua Warga Tersambar Petir, Satu Meninggal Dunia
Artikel berikutnyaPasutri Asal Kel Bada Diringkus Satresnarkoba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here