Beranda Peristiwa Janda 3 Anak Dianiaya Hingga Meninggal, Pihak Keluarga Minta Terduga Pelaku Diberi...

Janda 3 Anak Dianiaya Hingga Meninggal, Pihak Keluarga Minta Terduga Pelaku Diberi Hukuman Setimpal

119
0

Bima, Lintas Rakyat.Net –Naria (42) janda 3 anak warga Desa Rora, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima diduga dianiaya hingga meninggal dunia dilakukan peria inisial IS (30) warga desa yang sama di So Doro Luwu, Desa Madawau, Kecamatan Madapangga, Kabupaten setempat pada Sabtu, 26 September 2020 sekitar pukul 08.00 WITA, Korban sempat dilarikan ke RSUD Dompu guna diberikan perawatan intensif, namun nyawa korban pun tidak tertong. Pihak keluarga korban meminta terduga pelaku diberi hukuman setimpal.

Kapolsek Madapangga IPDA Ruslan yang dikonfirmasi redaksi ini melalui pesan WhatsAppnya mengatakan, berdasarkan keterangan saksi bahwa peristiwa menimpa korban berawal sekitar pukul 07.00 WITA, di mana korban pergi ke gunung untuk membersihkan lahan buat nanam jagung dan korban belum sadar untuk dimintai keterangan.

Lanjut Kapolsek, dari hasil keterangan terduga pelaku bahwa pada saat di TKP, korban sempat meneriakan maling. Sehingga terjadi cekcok dan pelaku langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.

Namun menurut informasi yang berkembang  dari masyarakat, tambah Kapolsek baru itu, bahwa terduga pelaku ingin melakukan pemerkosaan terhadap korban. Diketahui informasi tersebut, personel Polsek sigap menuju TKP, guna melakukan pengecekan terhadap korban dan sekaligus mengamankan pelaku pun mencari
saksi-saksi atas kematian korban tersebut.

“Kami sudah amankan terduga pelaku dan barang-bukti digunakannya di Mapolres Bima demi kepentingan proses hukum lebih lanjut,”jelasnya, Senin (28/9) siang.

Kapoles mengimbau, terkait tindakan terduga pelaku, Polri akan bertindak tegas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan hukum berlaku.

“Kami minta semua pihak khususnya keluarga korban untuk percayakan Polri dalam proses hukum terduga pelaku,”harap Kapolsek.

Hari yang sama, salah satu pihak korban enggan ditulis namanya dalam berita ini menyatakan bahwa tindakan dilakukan terduga pelaku inisial IS terhadap korban tersebut adalah tindakan tidak manusiawi.

“Kami tidak habis berfikir apa motif dibalik hilangnya nyawa saudari kami. Terkai itu, kami serahkan ke pihak berwajib untuk mengungkapnya,”katanya.

Lanjutnya, tindakan tidak manusiawinya terduga pelaku yakni selain membunuh, juga kuat diduga kalau korban ada upaya aksi perbuatan kejinya yakni “ingin memperkosa korban”.

“Kami menduga bahwa terduga pelaku sebelum membunuh korban tapi ingin diperkosa sesuai informasi berkembang bahwa korban sempat melakukan perlawanan demi mempertahankan kehormatannya sebagai seorang perempuan,”tuturnya.

Ia berharap, pihak Kepolisian untuk menyangkakan terduga pelaku dengan pasal berlapis. Baik pasal pembunuhan maupun percobaan pemerkosaan. Itu satu-satunya yang dapat mengobati hati pihak korban.

“Jika tidak demikian, maka kami tidak akan tinggal diam. Kami akan melakukan tindakan-tindakan di luar dugaan Polri,”tegasnya. (Red)

Artikel sebelumyaMantan Ketua BEM STIKES Yahya Bima, Agus Angkat Bicara Soal Simbol Para Cabup dan Cawabup
Artikel berikutnyaDewan Pers Indonesia Rekrut Konstituen Baru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here