Beranda Peristiwa Tak Terima Diancam dan Dihina, Yuli Minta Kapolres Bima Usut Tuntas

Tak Terima Diancam dan Dihina, Yuli Minta Kapolres Bima Usut Tuntas

49
0

Bima, Lintas Rakyat.Net- Yuli Miniarti asal Desa Campa, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima meminta Kapolres Bima untuk mengusut tuntas kasus pengancaman dan penganiayaan yang diduga dilakukan inisial NWD asal Desa Bolo telah dilaporkan di Penyidiknya pada beberapa pekan lalu.

“Saya minta Kapolres usut tuntas kasus dilaporkan saya di penyidiknya karna ibu yang notabenenya sebagai kepala sekolah di salah satu SDN lingkup pendindikan di Madapangga itu sudah berulang kali menghina saya,”kata Yuli melalui WhatsAppnya saat dikonfirmasi media ini, Jumat (11/9/2020) pagi.

Ia pertanyakan, apa hubungan atau masalahnya ibu NWD yang berpenduduk di Desa Bolo dengan dirinya korban. Kalau memang masalahnya terkait pertikaian yang terjadi saat permainan volly di lapangan Desa Campa dalam perayaan HUT RI ke 75 seperti dilaporkan ke Polres itu, menurut Yuli bahwasanya masalah itu tidak ada sangkut paut dengannya. Sebaliknya, jika ada hal lain lagi-lagi kenapa korban jadi objek masalahnya.

“Saya rasa harusnya dia selesaikan masalah bersama adiknya dan bukan saya,”tegas Yuli.

Lanjut Yuli, jika terduga pelaku NWD sudah terpenuhi unsur dan elemen hukum atas tindakan pidananya maka penyidik sesegera mungkin menetapkan statusnya sebagai tersangka demi kepastian tegaknya supremasi hukum.

“Saya harapkan terduga pelaku itu sesegera mungkin ditetapkan sebagai tersangka apabila memenuhi unsur pidananya,”harap Yuli.

Wanita yang menjabat sebagai Sekdes Campa ini menyayangkan tindakan dilakukan terduga pelaku, yang menurut Yuli, bahwa terduga pelaku tidak memiliki etikanya sama sekali seorang yang notabenenya sebagai seorang Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Lingkungan Pendidikan di Kec. Madapangga ko mengancam dan menghina seseorang.

“Apa salah saya dengan dia, ko ancam dan hina saya?,”tanyanya Yuli.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bima dikonfirmasi hari yang sama melalui WhatsAppnya, IPTU Adhar mengatakan, terkait kasus yang dilaporkan oleh korban Yuli Miniarti dengan terduga pelaku NWD sedang diproses tersebut akan mengecek terlebih dahulu untuk informasi perkembangannya.

“Saya cek dulu ke penyidik pembantu yg tangani,”kata Adhar. (Habe)

Artikel sebelumyaBerangus Peredaran Narkoba, Direktur Resnarkoba Polda NTB Minta Legitimasi Masyarakat
Artikel berikutnyaPolsek Pekat Sabet Reward Lomba Penerapan Protokol Kesehatan COVID-19 Sejajaran Polres Dompu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here